Ulas Balik

1294 Words

“Kok dia bisa ada di klub sepeda ya, Sel?” tanya seorang gadis dengan rambut sebahu. Namanya Winda. Kamar bernuansa biru itu lengang sejenak. Diisi dengan kekosongan yang menyesakkan. Jelas saja, Winda mulai menyadari kesalahannya. Sebuah penyesalan yang sepertinya terlalu dalam untuk disebut sebuah penyesalan. “Kakak gue yang ajak,” timpal gadis dengan wajah cantik. Rambutnya coklat keemasan. Tampak seperti bule. Dia Sindi. “Seriusan? Mereka satu sekolah?” Winda menatap Sindi tak percaya. “Iya, kayaknya ngajak dia ke klub sepeda adalah rencana pedekate Kakak gue ke dia.” Sindi membenarkan. Sedangkan gadis berambut panjang dengan poni sampai alis sedari tadi hanya diam. Merasakan sesuatu yang mencekiknya perlahan-lahan. Tak terelakkan, rasa bersalah memasuki palung jiwa terdalamnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD