"Lia.. kalau kamu mau nanti bilang sma Aku. Aku akan belikan kamu makanan juga." Lia tersenyum tipis. "Tidak usah. Kau tidak mau makan. Sudah makan barusan." jawab Lia. Ia mengeluarkan satu parcel buah. Dan, beberapa roti untuk Miko dan Ana. "Aku bawa roti untuk kamu dan Ana. Dan, kamu pastinya sangat lelah jaga Ana seharian." kata Lia. "Iya.. makasih. Sudah terlalu banyak merepotkanmu." ucap Ana. "Tidak masalah." kata Lia. "Oh, ya. Miko.. Soal beberapa pekerjaan ana. Sudah aku kirimkan ke email kamu. Jadi kamu bisa akibat dan seleksi sendiri." lanjut Lia. "Iya.. Nanti aku akan periksa semuanya." jawab Miko. Tersenyum manis padanya. Ana yang melihat tatapan dan senyuman Miko pada Lia. Seketika hatinya ingin sekali marah dengannya. Tapi, dia sadar. Dia adiknya bukan orang spesial

