"Kamu baik-baik saja." tanya Miko. Mengusap lembut rambut Ana yang masih basah. "Permisi Tuan, ini handuk dan jahe hangat." ucap Bi Iyem berjalan mengendap-endap. Memberikan handuk kecil pada Bikk. "Iya.. Bi. Makasih!" ucap Miko. Bi Iye segera melangkahkan kakinya pergi. Sementara Miko. Dia masih mantap wajah Ana yang masih terlihat pucat. "Maafkan Aku!" kata Miko. Ana mengerutkan keningnya dalam-dalam. "Maaf untuk apa?" tanya Ana bingung. Dia mencoba menatap keduanya mata kakaknya. Sembari menarik salah satu alisnya. Dan, bola mata hitam itu, memulai berkeliling melihat ekspresi wajah kakaknya. "Kamu pasti marah padaku sekarang. Oke.. Maaf, semua juga gara-gara aku yang ajak kamu jalan-jalan." kata Miko. Dia mulai bangkit dari duduknya. Berdiri di samping Ana. Sembari mengusap

