jalan berdua

1076 Words

Jantung Ana berdetak lebih cepat dari biasanya. baru kaki ini dia merasakan dirinya begitu bahagia berada di dekat laki-laki. Zain memegang pinggangnya sangat erat. Dia mencoba untuk tetap tenang, menahan ucapan dan napas beratnya. Sebentar Ana tak hentinya terus memandang wajah tampan Zain yang sangat dekat dengannya. Hembusan napasnya terasa menyeruak berjalan di ujung kepalanya. Dia yang lebih tinggi darinya. Membuat Ana tak bisa menatap Zain leluasa. Zain sepertinya berbeda dia fokus mencoba mendengarkan apa di kuat ada orang atau tidak. "Gimana?" bisik Ana. "Dimana mereka?" Tanya salah satu wartawan. "Iya.. Aku yakin tadi mereka ada disini. Tapi dimana. Padahal ini akan jadi berita bagus." Jawab yang lainnya. "Iya.. Apalagi tadi Zain kan. laki-laki tampan yang jarang sekali t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD