"Jane... Kemana dia?" Ana yang baru saja selesai melakukan beberapa adegan dengan Zain. Dia teringat lagi tentang Jane. Pikirannya belum tenang jika dia belum berbicara dnegan Jane. Satu lokasi syuting tapi dia bahkan belum berhadapan dengannya. Belum melihatnya. Apalagi berbicara dengannya. Rasa penasaran pada wanita itu membuat Ana semakin was-was sedikit curiga jika dirinya akan kalah saing kali ini. "Kenapa kamu?" Tanya Lia. Berjalan masuk ke dalam mobil Ana. Dia melirik ke arah Ana yang sedari tadi terus melamun tanpa sebab. Mood dia berubah naik turun. Wajah nampak begitu jutek. "Hai.. apa yang kamu pikirkan" Lia menepuk pundak Ana. Mendorong tubuhnya, agar dia segera tersadar dari lamunannya. Bukannya marah Ana terlihat begitu datar. Wajahnya tampak sangat datar tidak merespon

