*** Seminggu lebih menjalani hari tanpa bertemu Abyan, Gevania baik-baik saja bahkan cenderung merasa tenang. Namun, hari ini rasanya berbeda karena semenjak terbangun di pagi hari, ingatan Gevania terus tertuju pada sang mantan kekasih. Entah kenapa dan ada apa, Gevania tidak tahu. Namun, yang jelas perasaannya menjadi resah sendiri karena ingin memastikan pun dia ragu bahkan takut. "Geva, Mama ke bawah dulu ya. Pengen cari kopi," ucap Rachel—membuat Gevania yang tengah menonton film sambil memikirkan Abyan, menoleh secara spontan. "Makanan buat makan siang udah jadi. Kalau Mama lama, kamu makan aja duluan." "Boleh ngajak Kak Sean, kan?" Rachel memandang dulu Gevania sebelum kemudian mengangguk sebagai jawaban. Tidak terus di apartemen, selanjutnya perempuan itu pergi—membuat Gevania

