Bagian Delapan Puluh Empat

1036 Words

*** Gevania duduk sambil melipat kedua tangan di d**a. Disuguhi pemandangan buket mawar merah berukuran jumbo, perasaan tidak habis pikir menyelimutinya. Bukan karena jenis atau warna bunga yang dikirim, Gevania heran pada sang pengirim bunga yang menurutnya tidak punya otak. Ya, alih-alih senang seperti para perempuan lain ketika diberi buket bunga, Gevania justru kehabisan kosa kata karena kali ini, dia merasa apa yang dilakukan si pengirim bunga sedikit keterlaluan. Lantas, siapa sebenarnya si pengirim bunga berjumlah ratusan tangkai tersebut? Jawabannya adalah Abyan Kara Alexander. Entah memiliki maksud apa pria itu, Gevania tidak tahu karena di kartu ucapan yang tersedia hanya tertulis nama pengirim juga nama dirinya selaku penerima. "Buket bunga. Segede ini harganya berapa ya, N

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD