Bagian Tujuh Puluh Dua

1159 Words

*** "Ini, Kak, rumah kita? Bagus banget." Bertanya sambil menoleh pada Abyan, itulah Tamara setelah di depannya kini berdiri sebuah rumah berlantai dua dengan design yang cukup cantik. Bernuansa serba coklat, rumah tersebut tidak sebesar kediaman Atmadja. Namun, untuk dihuni dua orang, rumah tersebut sangatlah cukup. "Iya, gimana? Cocok?" tanya Abyan. "Rumahnya enggak segede rumah keluarga kamu, tapi aku rasa ini pas." Beberapa hari pasca pulang dari New york, Abyan yang semula tinggal di kediaman Atmadja, mengajak Tamara untuk pindah ke rumah baru mereka. Pada sang istri, Abyan berkata jika rumah tersebut diurus ketika dia masih di New york sehingga tidak perlu menunggu lama, rumah tersebut bisa ditempati besok—persis satu hari sebelum Abyan kembali menjalani rutinitasnya sebagai do

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD