*** "Aku pergi dulu ya. Kamu baik-baik di rumah. Kalau ada sesuatu, langsung hubungi aku aja." Sekitar pukul setengah sebelas, Abyan yang sudah rapi dengan penampilan khas ngampusnya seperti biasa, berpamitan pada Tamara. Meskipun jadwal mengajarnya ada di jam satu siang, Abyan sudah pergi jauh sebelum dzuhur karena memang tidak akan langsung ke kampus, dia berencana untuk menemui dulu seseorang di sebuah restoran. Siapa? Jawabannya adalah Jevano Dirgantara—pria yang Tamara sebut sebagai mantan kekasih Gevania. Bukan sekadar mantan, Abyan sudah memastikan pada sang istri jika yang akan dia temui siang ini adalah; orang yang sudah membuat Gevania melarikan diri di hari pernikahannya. "Iya, Kak, kamu hati-hati di jalan ya," ucap Tamara. "Kabarin aku juga kalau ada sesuatu." "Oke." Ti

