Bagian Seratus Delapan

1126 Words

*** Hari selasa, Sean kembali ngantor seperti hari kemarin. Sudah bangun sejak pukul lima pagi, selama satu jam dia sibuk dengan tugasnya membersihkan apartemen juga membuat sarapan. Jam masuk kerja pukul delapan, Sean masih memiliki waktu untuk sarapan bersama Gevania, sehingga sekitar pukul setengah tujuh kurang beberapa menit, dia sudah siap dengan roti sandwich yang dibuatnya beberapa waktu lalu. "Semoga Geva suka sama sarapan yang aku buat pagi in—" Belum selesai Sean bicara, ponsel di saku celana bahan yang dia kenakan, lebih dulu berdering. Masih berada di dapur, dia merogoh benda pipih itu kemudian mengukir senyum setelah mendapati nama sang adik terpampang. Tidak banyak menunda, Sean menjawab panggilan, kemudian dengan ramah dan suara yang lembut, dia menyapa, "Halo, Gev." "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD