Chapter Sembilan Belas

960 Words

*** Setelah sempat bingung antara harus membangunkan Abyan atau pergi sendiri ke apartemen Gevania, Tamara akhirnya mengambil keputusan. Tidak mengajak sang suami, dia pergi sendirian menemui Gevania. Disambut raut wajah datar sang kakak, Tamara dipersilakan masuk, sehingga kini dia menempati salah satu sofa di ruang tengah. Tidak ada suguhan air minum, meja di depan Tamara dibiarkan kosong sementara Gevania duduk persis di depannya. "Jadi ada apa kamu pengen ketemu Kakak?" tanya Gevania tanpa basa-basi. "Apa ada yang mau dibicarain? Ah, atau justru mau minta sesuatu lagi?" "Aku cuman pengen tahu hubungan kakak sama Kak Sean," ucap Tamara—membuat Gevania mengernyit. "Bukan karena aku punya niatan buruk, tapi karena Kak Abyan kelihatan enggak suka." "Maksudnya?" "Kalau bisa, Kakak ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD