Bagian Sembilan Puluh

1111 Words

*** "Hai." Pintu apartemen terbuka, Abyan menyapa canggung setelah sosok yang sudah sangat dia rindukan, menyambut kedatangannya. Tidak berubah pikiran meskipun sempat berdebat dengan Rachel ketika hendak pergi, Abyan tetap mendatangi Gevania untuk meminta obat sekaligus menenangkan pikiran. Tidak jujur pada sang mertua, Abyan berkata hendak pulang ke rumah sang kakak ketika ditanya, karena dibanding kedua orang tuanya, dia merasa lebih aman membawa nama Flora. "Masuk," pinta Gevania, setelah sebelumnya memandang Abyan dari atas kepala hingga ujung kaki. "Ada yang lihat kamu ke sini, bahaya nanti." "Oke," ucap Abyan sambil tersenyum. Tidak diam saja di depan unit, selanjutnya dia masuk kemudian setelah dipersilakan, Abyan duduk di salah satu sofa. "Mau minum apa?" "Apa aja," jawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD