“Sayang, seharusnya kamu bisa lebih mengendalikan sikap. Kamu enggak bisa terlalu keras sama Vey. Sebagai Ibu yang sudah melahirkan dia, bukankah seharusnya kamu paham, bagaimana sikap yang lebih baik dalam menghadapi anak?” Altezza membuka suara usai makan malam dengan sang istri. Tidak seperti biasanya jika lelaki itu lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus seluruh restoran yang tersebar di seluruh penjuru negeri dari ruangan pribadinya di restoran pusat, kini Altezza mencoba untuk bisa bekerja sebagaimana mestinya. Namun, dia tentu masih harus menyesuaikan waktu dengan Valerie yang hingga kini belum menemukan asisten pribadi pengganti. “Kamu nyalahin aku? Kamu kan tahu sendiri kalau aku sibuk. Enggak lihat, bahkan sampai sekarang ... aku belum dapat asisten pribadi. Enggak semu

