Mendesah Lelah

1137 Words

“Vey, maafin Mama. Kamu masih mau di rumah sama Mama-Papa, kan? Kamu bilang ... seminggu lagi mau pindah ke rumah Kenan, ini baru dua hari kamu nikah, Sayang,” bujuk Valerie ketika Vey sedang duduk di tepi tempat tidur, sementara Kenan membereskan barang-barang milik sang istri yang hendak dibawa. Mendengar mamanya menyapa dengan sebutan ‘sayang’ seperti itu tidak lantas membuat Vey senang. Justru Vey merasa risi karena dia beranggapan, Valerie memanggilnya demikian hanya karena gimmick supaya Kenan menganggapnya lebih baik. Tidak peduli dengan usaha Valerie yang sebenarnya ingin benar-benar berubah. “Maaf sebelumnya, Ma. Tapi ... Vey udah pengen ke vila, mungkin ini bawaan baby, jadi aku juga enggak bisa nolak permintaan Vey yang satu ini.” Kenan beralasan sembari tersenyum simpul. “Sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD