Dekapan Kenan

1071 Words

“Vey, kamu enggak apa-apa? Apa perutnya masih mual?” tanya Kenan begitu tiba di kamar dan melihat Vey keluar dari kamar mandi. “Kamu baru makan sedikit tadi. Aku minta Bi Nia ambilin bubur lagi, ya?” tambahnya sebelum Vey sempat menjawab. “Kenapa kamu enggak bilang sama aku, Nan?” Vey tidak menjawab pertanyaan Kenan dan justru mempertanyakan sesuatu yang membuat Kenan mengerutkan dahi. “Tentang apa?” Kenan sungguh tidak mengerti. Vey duduk di tepi tempat tidur yang sudah ditata rapi oleh asisten rumah tangga saat dirinya dan Kenan turun untuk sarapan tadi. Kemudian, disusul dengan Kenan yang duduk di samping kanan Vey. “Kamu enggak pernah bilang kalau pengen kuliah di Jogja. Kalau aku tahu gitu kan kita enggak usah nikah aja, Nan. Kamu enggak perlu lakuin tanggung jawab yang harusnya b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD