"Sayang ... kamu mau makan apa? Lengkap nih, menu pagi ini," ucap Altezza sembari menyendok nasi dan memindahkannya ke piring di hadapan. "Kamu mau aku ambilin?" tanyanya kemudian. "Enggak usah sok peduli," balas Valerie dengan ketus tanpa menoleh sedikit pun ke arah suaminya. Altezza menghela napas panjang dan mengembuskannya perlahan. Entah seberapa banyak kadar sabar yang harus dia kantongi lagi agar Valerie bersikap lemah lembut kepadanya. Saat itu juga, dia justru teringat akan sosok Zashi yang selalu meladeni ketika makan bersama, berbeda jauh dari sikap Valerie yang bahkan sudah dipancing dengan penuh perhatian, tetapi selalu saja ketus dan seakan tidak membutuhkan kehadirannya di sisi. "Sayang, tolong. Kita lagi di rumah dan jangan sampai Vey denger kita ribut. Apa kamu enggak k

