Bab 22. Keputusan

1478 Words

Amanda mengusap air mata kesedihannya ketika Bara pergi meninggalkannya. Disandarkan badannya kembali di kursi agar lebih tenang. Ingatannya bersama dengan Bara dalam susah maupun duka membuatnya tidak rela jauh dengan Bara. Drrt drrt. Panggilan dari Herman yang mengatakan jika sidang ketiga Amanda tidak perlu datang. Karena khawatir pihak Arman akan mempengaruhi Amanda sebab kesuksesan Amanda telah tercium oleh mereka. Herman memang sosok pengacara paruh baya yang cukup banyak prestasi dalam memenangkan sidang kliennya. Ada perasaan lega namun tetap harus waspada jika sewaktu - waktu pihak Arman dan keluarganya kembali mengusik mereka. Drrt drrtt. Ponsel Amanda kembali berdering dan melihat Arman menghubunginya. Amanda segera mematikan panggilan dari Arman dan kembali melanjutkan pekerj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD