Abi membuka pintu mobilnya dengan gerakan santai. Jemari kanannya tampak sibuk merapikan kerah kemeja ketika tangan sebelah kiri menutup kembali pintu mobil. Suami Renat terlihat semakin keren saja malam ini, walaupun masih ada sebongkah hal yang mengusik kepalanya. Abi berjalan memutari mobil, dibukakannya pintu untuk Renat dan mendapati sang istri masih asik dengan cermin dan lipstick. "Hehe." Renat nyengir bagai kuda. Dia buru-buru menyudahi urusan pada bibir karena takut nanti malah disindir oleh Abi. Renat menyatukan kedua bibirnya dan menekannya beberapa kali, lantas mengecek bagian mata dan tersenyum. Semuanya oke. "Masih lama, Neng Geulis?" tanya Abi tiba-tiba menyentuh sudut bibir Renat. "Ih jangan sentuh nanti berantakan," ucap Renat mencoba menyingkirkan tangan Abi. "Geser do

