"Kamu masih ngambek?" tanya Abi dari tepi tempat tidur. Kepala pria itu kini diisi oleh banyak hal. Pertama tentu karena Renat, kemudian Judith dan sang mama. Abi lupa, bahwa walau ia sudah memiliki seorang istri, statusnya tetaplah seorang anak bagi Nadine. Sulung. Dirinyalah yang akan menjadi panutan bagi adik-adiknya kelak. "Re, dengerin aku dong. Mau cerita ini suaminya." Renat yang memang belum tertidur dan sedang membelakangi Abi pelan-pelan berbalik. Ia menatap wajah lesu Abi dengan raut bertanya. Seakan mengakatan, ini sudah malam, sudah waktunya mereka tidur karena besok hari akan berjalan panjang. Tapi Renat tidak menyuarakan hal tersebut. Dia memang lelah, tapi mendengar nada sayu Abi, Renat tahu ia harus menjadi pendengar yang baik sekarang. "Kenapa? Kamu mikirin apa?" "Semu

