“Jadi, gimana menurut kamu rumah ini?” Arisha berjalan berkeliling. Ia sudah menyusuri halaman belakang. Rumah yang hanya berlantai satu itu memiliki tiga kamar utama dan dua kamar mandi. Ada satu paviliun kecil di belakang rumah dimana Mbok Siti dan suaminya tinggal di situ. Gadis hanya tersenyum kecil. Ia mengendikkan bahunya dengan santai. “Nggak nyangka aja ternyata villamu bisa se-homey ini, Lan.” “I take it as acompliment ,” ujar Harlan sambil lalu. “Yes it is.” Arisha tersenyum kecil lalu mendudukkan bokongnya di atas sofa. Keduanya kini sedang berada di ruang tamu yang tampak shabby chic. “Kamu yakin mau di sini aja? Aku yakin Papa dan Mama nggak akan keberatan kalo kamu mau tinggal di Jakarta. “ Harlan kembali berusaha membujuk Arisha untuk tinggal di J

