POV VIONA *Di gudang Tangisku semakin menjadi saat Richard menutup pintu gudang. Aku ketakutan, ruangan ini cukup luas di sinari lampu yang redup. Suara tikus terdengar nyaring dan aku mencium bau busuk seperti bangkai. Hawa di dalam ruangan ini seakan mencekikku perlahan, aku tak tahu kenapa Richard membuat ruangan semengerikan ini. Bahkan untuk bernapas saja sulit, paru-paru ku seakan penuh dengan bau busuk. Tempat macam apa ini, ada bercak-bercak darah di lantai dan kursi yang di atasnya ada tali tambang. Aku menduga ruangan ini pernah terjadi penyiksaan dan pembunuhan. Richard seorang psikopat yang tidak waras. Aku tidak mengerti jalan pikirannya tak ada rasa bersalah sedikitpun. Perutku mual dan aku langsung muntah, hukuman yang Richard berikan tidak adil. Kepalaku seakan berputa

