Fengying berkedip beberapa kali. Sepertinya terlalu lama menyulam membuat pendengarannya bermasalah. "Genji, ada apa denganmu? Kau sakit?" Pemuda itu hanya menunduk menatap lantai. Melihat pertengkaran Xia dan kakaknya Genji merasa kasihan kepada gadis itu. "Apa pendapat ibunda jika aku menikah dengan Putri Xia?" Seperti orang gila Fengying tertawa beberapa kali dengan pelan. Sepetinya memang tidak ada masalah dengannya tapi yang memiliki masalah itu putranya. Fengying meletakan tangannya di bahu Chang. "Ada apa denganmu? Kau gila? Apa ada yang memaksamu? Kenapa kau mengatakan hal itu?" "Tidak ini keinginanku." Genji menjawab dengan penuh tekad. Dengan menggerakkan giginya Fengying kembali melakukan pekerjaan yang diberikan Jianheeng. "Ibunda tidak setuju. Kembalilah ibunda sedang sib

