Hari ini Becca menginap di apartemennya Mina. Karena kebetulan besok itu adalah hari weekend, ditambah juga orang tua Becca yang lagi pergi keluar kota untuk mengurus beberapa project kantornya yang baru. Jadi, daripada Becca sendirian dirumah, dia pun akhirnya memutuskan untuk menginap di apartemen-nya Mina.
Seperti cewek pada umumnya, biasanya mereka ngabisin malam mereka dengan makanan dan nonton film-film drakor.
“Gila, sumpah ya, eneg banget gue sama cewek pengkhianat modelan kaya begitu! Pokoknya, Papa nggak boleh nikah sama cewek kaya gitu nanti.” Gerutu Mina yang tiba-tiba inget sama Papa-nya.
“Setuju! Eh, tapikan… dia kunci rahasia si cowok itu, Min!" kata Becca dengan mukanya yang mulai serius merhatiin setiap adegan yang ada di layar TV.
“Iya juga sih.”
Itulah beberapa percakapan mereka yang kesal dengan adegan sang pemeran antogonis dalam film drakor yang sedang mereka tonton.
Karena dirasa kurang nyaman, tiba-tiba Mina malah merengek ingin mengganti film drakor tersebut dengan film drakor yang lainnya dengan alasan, nggak suka sama si pemeran antagonisnya.
“Udah ah ya! Mendingan ganti aja deh males gue, jadi orang kok jahat banget sih!” gerutu Mina bener-bener nggak sanggup lagi buat nerusin tontonannya.
Mina langsung raih remote yang ada dimeja dan langsung mengganti film drakor tersebut. Padahal Becca lagi seru-serunya nonton saat itu.
“Ck! Lagi seru Min, kenapa lo pindahin sih?!” protes Becca berdecak sambil mendorong badan Mina.
“Bodo ah. Bikin kesel!”
Mau tidak mau, akhirnya Becca harus menuruti apa kata Mina. Dan mereka kembali menonton film drakor yang lainnya.
Sama seperti sebelumnya, setiap kali ada adegan pengkhianatan, k*******n, perpisahan, dan bahkan perselingkuhan, Mina pasti kembali ngerengek untuk diganti dengan film drakor yang lainnya lagi.
Becca sama sekali nggak menikmati acara nonton drakor-nya kalo udah sama Mina. Ya habis gitu, kerjaannya Mina itu suka gonta-ganti film seenak jidat-nya sendiri setiap kali udah sampe di pertengahan tontonan.
“Males aaaahhh! Gue ganti lagi ya Nyong?” kata Mina yang udah ngarahin remote ditangannya ke tv.
“Ck! Lo kenapa sih Min? Punya masalah apa sih lo sama mereka? Tiap ada adegan kaya gitu lo ganti! Padahal kan lagi seru-serunya tau Min!” Protes Becca kecewa karena emosinya selalu saja dipermainkan oleh drakor dan seorang Mina.
“Gue males adegan kaya gitu Nyong. Udah ini aja yak drakor komedi, hehe.” Jawab Mina dengan muka polos tanpa dosa sambil ngerayu Becca untuk setuju sama pilihannya.
“Serah lo deh!”
Becca mendengus kasar. Dia cuma bisa memutar bola matanya malas. Gimana nggak kesel coba, setiap emosi Becca lagi membara nonton adegan menegangkan, selalu aja dengan mendadak Mina ulang dengan film lain yang emosinya harus ngulang lagi dari awal. Capek kan Becca tuh!
Akhirnya, mereka nonton dengan khusyu kali ini. Nggak ada lagi tingkah Mina yang ngeganti-ganti filmnya secara mendadak. Karena dalam film komedi emang nggak ada adegan yang bikin Mina nggak suka kaya tadi. Makanya Mina betah nontonnya sekarang. Malah yang ada mereka nggak bisa berenti ketawa-ketawa karena saking lucunya.
Dipertengahan, Becca Young protes karena makanan dimeja ludes mereka abisin. Padahal itu tadinya meja bener-bener penuh sama mie ramen, kue, nasi goreng, pop corn, pizza, roti, aneka chiki-chikian, minuman soft drink, kentang goreng, dan itu semua abis dalam sekejap.
“Lo masih punya stok makanan kan?” tanya Becca dengan wajah gelisah.
“Ada. Dilemari, di kulkas juga ada. Ambil aja.” Kata Mina sibuk makanin mie ramennya dengan mata fokus ke layar tv.
“Yaudah.”
Becca pun pergi ke dapur untuk mengambil beberapa makanan untuk menemani acara mereka nonton drakor lagi.
Tapi kali ini Becca bingung, karena begitu banyak snack berbau sayuran di lemari. Becca sih nggak keberatan, cuma ya aneh aja bagi dia, karena biasanya kan Mina itu nggak suka makan makanan yang berbau sayuran. Apalagi kan yang Becca tau kalo Mina itu adalah seorang Karnivora.
Becca pun kembali dengan sekantong kresek penuh berisi makanan yang dia ambil dilemari dan kulkas milik Mina.
“Min, tumben banget makanan lo berbau sayuran semua. Lo diet apa gimana?” tanya Becca menaruh makanan-makanan itu dimeja lalu memasukkan sampah-sampah diatas meja kedalam kresek yang dia bawa tadi.
“Nggak diet, cuma mengontrol lemak tubuh aja. Karena akhir-akhir ini gue ngerasa terlalu banyak makan daging. Lo liat ga nih, pipi gue udah chubby kaya gini nih.” Jelas Mina gembung-gembungin pipinya.
“Iya sih, kaya nyonya puff.”
Mina pun mendelik.
“Kan... kan... ngelunjak lo! Nggak suka ah!”
“Hehe canda, kenapa nggak olahraga aja sih?” Usul Becca kali ini.
“Nyong lo kan tau, kalo gue males lari-larian gitu.”
“CK! Lo fikir olahraga lari-larian doang apa, hmm?”
“Iya sih, tapi mageeerrrr Nyong. Jadi biarkanlah diriku dirumah saja menikmati hidup ini ya.” Jawab Mina diakhiri dengan rengekan ala anak kecil. Dan Becca cuma memutar bola matanya malas.
Selesai membereskan meja Becca kembali duduk santai dan melanjutkan tontonnya. Dan, nggak lupa juga untuk makanin makanan diatas meja yang udah siap untuk dimakan.
“Eh, gue baru inget Min. Kemaren kan gue ngobrol tuh sama Yuna. Ternyata dia sama kak Dennies itu tinggal di lingkungan apartemen lo tau.” Kata Becca kembali memulai percakapan sambil sibuk mengunyah makanan didalam mulutnya.
“Serius lo? Kok, gue baru tau sih.” Jawab Mina yang nggak begitu excited dan Mina langsung nyeruput mie ramen-nya .
“Ya mau gimana lo tau, kerjaan lo nih ya, kalo nggak kuliah ya nongki, terus nyampe sini lo mageran. Nggak ada sosialisasinya banget lo jadi orang.” Kata Becca sibuk bukain plastik makanan.
“Nggak gitu Nyong!”
Becca tidak menjawab elakan Mina. Dia cuma sibuk nyobain keripik yang baru dia buka.
“Eh, coba ajak Yuna gabung sini." Kata Mina yang baru inget sama makhluk tiang satu itu. "Dia di apartemen sini juga kan? Cepet ajak biar rame!” lanjut Mina.
“Iya, bentar, gue chat dulu.”
Becca pun menuruti apa kata Mina dan langsung mengirimi pesan chat pada Yuna untuk mengajaknya bergabung menonton film drakor bersama. Sementara Mina, dia lanjut nonton drakor sambil memakan mie ramen-nya dengan khusyu.
Becca : Yun, gue lagi diapartemennya si Mimin nih. Gabung yok sini nonton drakor.
Yuna Tiang : Aaaaahhhh pengen gabung, tapi ada si tongos nih.
Becca : Siapa si tongos?
Yuna Tiang : Ethan.
Becca : Hahaha laknat banget lo! Yaudah kalo lo nggak bisa nggak apa-apa next time masih bisa.
Yuna Tiang : Eh eh, Beck! Lo nginep berarti kan?
Becca : Iya, kenapa?
Yuna Tiang : Besok jogging yok! Bilangin si Mimin ada kak Goji gitu.
Becca mengernyitkan alisnya dan setelah itu dia memberitahukan soal ajakan Yuna ke Mina.
“Min, si Yuna ngajakin jogging besok.” Kata Becca Young laporan sama Mina.
“Kenapa lo bilang sama gue? Kan udah gue bilang, kalo gue males buat lari.”
“Tapi katanya ada kak Goji besok.”
Mendengar nama Goji disebut, Mina pun langsung menghentikan semua aktifitasnya.
“Mana, gue liat isi chat-nya Yuna!” kata Mina takut Becca bohong.
Becca lalu memperlihatkan semua isi pesan chat Yuna pada Mina.
“Yaudah caw! Bilangin Yuna kalo Mina siap jogging besok!” Kata Mina dengan lancarnya menyetujui ajakan Yuna.
“Hmm, giliran ada kak Goji aja lo gercep!”
Becca hanya menghela nafasnya. Belum juga satu jam mereka bahas kalo Mina itu nggak suka olahraga apalagi lari-lari. Eh, dan barusan aja tiba-tiba Mina mengkhianati prinsipnya gara-gara seorang Wang Goji.
Yuna Tiang : Besok jogging yok! Bilangin si Mimin ada ka Goji gitu.
Becca : Ayok boleh jam berapa katanya?
Yuna Tiang : Jam 6 pagi.
Becca : Oke sip!
“Udah tuh, besok jam 6. Lo jangan bangun siang!” kata Becca menaruh ponselnya diatas meja.
“Tenang! Gue nggak akan tidur kok Nyong.” Kata Mina sesumbar.
Pada akhirnya,
Pukul 06.20 pagi.
Becca terbangun, perlahan dia mengucek matanya, dan dia baru tersadar bahwa ternyata semalaman dia tertidur di kursi sofa bersama Mina.
Becca bangkit dan mencoba untuk menyingkirkan kaki Mina yang ada dikepalanya. Soalnya posisi tidur Mina lebih keliatan kayak korban kecelakaan lalu lintas yang nyungsep di selokan dibanding orang lagi tidur. Kaki kemana, kepala kemana, dan badan kemana.
Becca mengambil remote tv yang tergeletak dilantai, perlahan dia arahin remote itu ke arah tv dan dia matiin tv yang masih nyala sejak semalem. Setelah itu, Becca pun jalan ke kamar mandi sambil menggeliat santai. Dia bener-bener nggak inget sama sekali kalo dia sama Mina udah janjian mau lari pagi sama Yuna.
Sebelum nyampe kamar mandi, Becca melirik kearah jam dinding yang udah nunjukin pukul 06.23 pagi.
“Masih pagi.” Gumam Becca merhatiin jam dinding itu sambil garukin kepalanya beberapa kali. Dan setelah itu dia kucek-kucek matanya beberapa kali seolah ada yang dia lupain tentang angka-angka dijam tersebut.
Seketika Becca pun kaget!
“Aduh, kesiangan!”
Becca pun langsung lari nyamperin Mina terus ngebangunin Mina dengan nggak santai. Dia gebrak-gebrakin Mina yang masih bobo cantik di sofa.
“Min.. Minnn... Udah jam setengah 7 pagi nih. Ayok bangun!”
“Emmhhhh, masih pagi Nyong.”
Mina nggak mau bangun, dia cuma ngerubah posisinya sambil menggeliat.
“Eh, Kita kan udah janji mau jogging sama Yuna.”
Lagi, kata-kata itu belum berhasil bikin Mina bangun.
“Min, ayok kan lo juga mau jogging sama kak Goji!”
Mendengar nama Goji, akhirnya Mina pun ingat. Mata Mina membulat dan langsung bangkit dari tidurnya.
“Lo sih, ah! Nggak bangunin gue Nyong!”
Becca hanya mendelik.
Mereka berdua pun kalang kabut lari kesana kesini nggak jelas. Malah sampe ada adegan rebutan kamar mandi segala.
“Gue dulu!”
“Gue!”
“Gue kan yang punya rumah, jadi gue dulu!”
“Tapi kan, gue tamu, lo harus nya ngalah sama tamu!”
“Nggak ada kaya gitu! Gue dulu, aaaahh Papaaaaa si Onyong niiiiih!”
Rengekan Mina pun nggak bikin Becca gentar sedikit pun. Sekarang, mereka berdua malah terjebak di pintu kamar mandi karena nggak ada yang mau ngalah sama sekali.
“...Min, Min. Kecoa tuh Min!”
Karena Mina emang phobia sama kecoa, akhirnya dia pun melompat kaget dan akhirnya Becca-lah yang berhasil masuk kekamar mandi lebih dulu.
Becca cuma terkekeh, dan cepat-cepat mengunci pintu kamar mandi. Sementara Mina yang baru sadar kalo dia udah ditipu oleh Becca pun langsung menggedor-gedor pintu kamar mandinya.
“Nyong, lo curang ah! Males ah kaya gitu!” Bentak Mina.
“Bodo!!!”
Mina mondar-mandir didepan pintu kamar mandi. Bener-bener nggak bisa tenang hatinya karena takut Goji keburu udahan joggingnya. Mina kembali gedor-gedor pintu kamar mandinya.
“Nyong, buruan Nyong! Lama banget sih!”
“H-hmm, Bentar lagi pup-mh!”
“Hih!”
Karena merasa Jijik nungguin orang lagi orang lagi buang hajat, Mina pun akhirnya mutusin untuk nyiapin dulu baju yang bakal dia pake buat jogging pagi ini.
Mina buka lemari bajunya, dan dia milih baju training hitam dengan baju lengan panjang berwarna abu. Dan nggak lupa juga dia siapin sepatu sneakers-nya biar nanti tinggal sekalian make.
Setelah itu, Mina balik lagi buat gedor-gedorin pintu kamar mandi. Abisnya, Becca lama banget tibang cuci muka doangan juga.
“Lama banget sih lo, buruuuaaaaaaaan!” Teriak Mina kali ini bener-bener kesel.
“Bentar, baru beres pup Mimin sayang!!”
Mina terpaksa harus sabar nunggu lagi. Hingga akhirnya Becca pun membuka pintu kamar mandi dan keluar.
“Elah, lama banget sih lo!”
“Udah tuh, cepetan nggak usah banyak ngomong!”
Mina pun cepat-cepat masuk ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka. Setelah itu, dengan secepat kilat dia langsung pergi ke kamar buat ganti baju.
***