Dany tidak sabar menunggu musim dingin ini berarti dan segera menemui ibunya el untuk meminta doa restu. "Sabar sayang, tunggu cuaca bersahabat."ucap papah david. "Aduh pah, dany udah kebelet pah."rengek dany seperti anak kecil. "Itu kamar mandi."om aidan ingin menggoda dany. "Om bukan kebelet itu, tapi kebelet nikah."balas dany. "Nikah atau kawin?"om aidan masih saja menggoda dany. "Dua-duanya."jawab dany nyengir. "Dasar."om aidan tertawa. "Pah secepatnya dany pengin ke rumah el."ucap dany. "Ya terserah kamu saja. Asal cuaca sudah memungkinkan."jawab papah david datar. "Tentu pah. Dany bener-bener gak sabar."ucap dany sambil ketawa sendiri. "Kamu belum berubah jadi setres kan sayang? Nganggur empat tahun tujuh bulan."cibir om aidan. "Sedikit berkarat om kayaknya."Dany terkekeh

