7. Masih Berharap

1938 Words
Dany masih berharap el merubah keputusannya dan berhenti mengejar papah david yang tidak pernah bisa mencintai wanita selain mantan istrinya. Setiap malam tanpa bosan, dany akan pulang ke rumah el. Malam ini juga sama. Hujan begitu deras, Dany memang memarkirkan mobilnya sedikit jauh, sehingga bajunya basah. "Eh bocah, loe masa kecil kurang bahagia apah? Malam gini hujan-hujanan."cibir el sambil makan mie instan yang baru saja matang dan masih mengepul. "Mah ambilin handuk."perintah dany. Sekarang Dany memang memanggil el dengan mama. "Loe gak punya kaki. Ambil saja sendiri. Ganggu selera makan gue saja."gerutu el. "Di mana-mana mamah tuh mentingin anaknya bukan makanannya."Dany memang suka sekali memancing emosi el. "Heh emangnya gue Sudi jadi mamah loe."ketus el. "Kalau loe mengincar papah gue, otomatis gue akan jadi anak loe dan gue makin bebas bisa bertemu loe tiap hari."balas dany. "Dan gue mau minta pisah rumah biar gak bareng loe."sewot El. Dany hanya tertawa.... "Apa loe buta? papah gue sangat menyayangi gue. Tentu dia bakal mentingin gue dari pada loe."cibir Dany. "Gue akan buat papah loe jatuh cinta sama gue dan bertekuk lutut sama gue."El memperlihatkan senyum devilnya. "Gue berani bertaruh. Loe bakal gagal."Dany melempar handuknya asal dan masuk ke kamar el untuk berganti baju. Dany memang meninggalkan beberapa baju ganti di lemari el. Setelah selesai berganti pakaian, dany keluar dan merebut mie yang sedang el makan. "Heh itu punya gue. Kalau mau bikin sendiri."tegur el. "Keburu gue mati kelaparan."balas dany. "Sedangkan gue mati kesal ngadepin loe."ketus el. "Dingin." Ucap dany. El tak mempedulikan ucapan dany. Dany berpindah duduk di samping el. "Mau apa loe?"El memasang sikap waspada. "Gue udah hampir seminggu, belum tidur sama cewek."balas dany. "Ya udah sana pergi, bukanya cewek udah pada ngantri."El duduk bergeser sampai mentok ke dinding. "Sayangnya gue sudah gak bernafsu lagi dengan cewek lain setelah sama Tante."ucap dany mencondongkan tubuhnya mendekati el yang sudah tidak bisa ke mana-mana lagi karena terhalang tembok dan di kurung oleh tangan dany. "Jangan macam-macam, gue calon mama loe."bentak el. "Papah gue gak cinta sama loe."sinis dany. "Seenggaknya gue bisa bersamanya, cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu."balas el percaya diri. Dany memundurkan tubuhnya menjauh dari el. Hati dany sakit, gimana bisa cintanya bertepuk sebelah tangan. "Kenapa loe gak bisa terima gue yang jelas-jelas cinta sama loe? kenapa loe harus bersusah payah mengejar orang yang bahkan tidak mencintai loe sama sekali?"geram dany. "Tuan david sangat sempurna di mata gue. Loe gak ada apa-apanya."El menatap dany tajam. "Emang loe gak sadar, loe gak sempurna, loe udah ternoda."Dany mengejek el. El tercengang dengan ucapan dany. Benar yang dany katakan. Apa pendapat tuan david jika dirinya sudah gak virgin? Lalu El mau jawab apa, jika di tanya siapa pelakunya.... Masa mau bilang dany yang melakukan....? El mengeram frustasi. El benar-benar kesal. "Bagaimana? Loe bakal bilang, kalau kehormatan loe, gue yang ambil gitu?"Dany tertawa mengejek. "Dasar bocah b******k, loe jahat."El menangis sejadi-jadinya. "Gue cuma mau ingetin loe aja."balas dany tak tega melihat el menangis akhirnya memilih pergi masuk kamar. El merasa sakit dengan ucapan dany, tapi semua yang dany katakan benar adanya. Tapi entah mengapa El masih tak terima dan ingin terus memperjuangkan tuan david. El memilih tidur di sofa karena di kamar ada dany. Biasanya el gak masalah berbagai ranjang dengan dany namun kali ini el sedang marah jadi el memilih untuk tidur di luar. Dany meraba ranjang yang ada di sebelahnya. Tapi dany tidak merasakan adanya el. Dany pun beranjak bangun untuk mencari el. Dany melihat el sedang meringkuk di sofa. "Mungkin el kedinginan."batin dany. Dany pun mengangkat el pelan supaya tidak terbangun dan merebahkan el ke atas ranjang. "Tante maafin gue. Bukanya gue ingin nyakitin Tante tapi gue sungguh mencintai tante dan ingin tante sadar, jika papah tidak akan pernah mencintai tante. Gue gak ingin tante sakit hati."ucap dany menatap el sendu. Dany menyelimuti el dan memilih pergi dari kosan el. "Papah perhatikan, sekarang kamu jarang pulang ke rumah tiap malam."ucap papah david duduk di ruang tengah saat dany masuk rumah. "Ini dany pulang pah."balas dany. "Sebenarnya kamu kemana? Di club malam juga gak ada."tanya papah david. "Kok papah belum tidur. Ini kan udah hampir pagi."Dany mengalihkan pembicaraan. "Jangan alihkan pembicaraan."balas papah david dingin. "Dany di apartemen."bohong dany. "Kamu bohong."papah david berdiri di depan Dany sambil menatap dany tajam. "Pah dany lelah, mau tidur."Dany bergegas pergi, gugup mendapatkan tatapan maut dari papahnya. "Kalau kamu menyukainya, kenapa kamu inginkan papah menikahinya."geram papah david. "Papah salah paham. Dany memang dekat dengan tante el, tapi sungguh dany ingin tante el menjadi mama untuk dany."balas dany. "Jangan pernah membohongi diri sendiri."papah david menasehati dany. "Ya pah."jawab dany. "Ya sudah tidurlah, sudah larut malam."papah david mengecup kening dany. Dany mengangguk mengerti dan segera menuju ke kamarnya. Dany di dalam kamar merebahkan dirinya di atas ranjang. Dany ingin sekali jujur pada papahnya dan mengatakan kalau dia benar-benar mencintai el. Pasti papahnya akan menyetujui kemauannya dan memaksa el untuk menerimanya. Namun dany tidak selicik itu, dany gak ingin buat el lebih tertekan lagi. Pagi hari el terbangun langsung mengecek pakaiannya. Soalnya semalam el ingat betul tidur di luar dan sekarang ada di dalam kamar. El mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar namun tidak ada tanda-tanda adanya dany. "Tumben bangun pagi."gumam el. El sudah rapih hendak berangkat ke kantor, nunggu ojek online. Tiba-tiba mobil bercat hitam berhenti di hadapannya. "Ayo masuk."ucap papah david menurunkan kaca mobilnya sedikit. El benar-benar seperti mimpi. "Cepat masuk, sampai kapan mau bengong di situ sambil senyam-senyum sendiri? Gue bisa telat sekolah tante."Dany membuka kaca mobil bagian belakang yang langsung membuat el tersadar kalau ini nyata, bukan mimpi. El pun langsung masuk ke dalam mobil. Suasananya sungguh membosankan. Tidak ada pembicaraan antara papahnya dan tante el. Dany pun bersenandung kecil. Namun masih bisa di dengar oleh papah david dan el. Aku tak mengerti, apa yang kurasa. Rindu yang tak pernah begitu hebatnya. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau. Meski kau takkan pernah tau. Aku persembahkan hidupku untukmu. Telah ku relakan, hatiku padamu. Namun kau masih bisu, diam seribu bahasa. dan hati kecilku bicara. Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan. Kau buat remuk sluruh hatiku. Semoga aku akan memahami sisi hatimu yang beku. Semoga akan datang keajaiban hingga kaupun mau. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau. Meski kau takkan pernah tau. El melirik dany dari kaca spion, dany terlihat sendu. El sungguh tak tega. "Patah hati heum?"ucap papah david. "Bagaimana patah hati, pacaran aja belum. Langsung di tolak."jawab dany. "Wahh gadis mana yang bisa nolak kamu sayang?"papah david merasa penasaran ada yang tidak tertarik dengan dany. "Ada lah pah, tapi bukan gadis lagi pah."balas dany. "Kamu sudah tidur dengannya?"tanya papah david. "Sudah, bahkan dany orang pertama yang nyentuh dia tapi dia tetep nolak dany dan masih mengejar laki-laki lain yang tidak mencintainya."jawab dany sekalian nyindir el yang ada di depannya. El sendiri terasa lebih gak nyaman lagi karena dany terus saja memojokkannya. Ingin sekali el buka mulut dan menimpali ucapan dany tapi El mengurungkan niatnya. Yang ada nanti tuan david tau tentang kisahnya dengan anak sialanya itu. "Sudah sayang gak usah galau. Sekarang belajar yang rajin, ini sudah sampai sekolah."ucap papah david. "Siap bos."Dany pun turun dari mobil papahnya. Papah david hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan anaknya yang moodnya bisa berubah cepat dan sulit sekali di tebak. Papah david melajukan kembali mobilnya menuju kantor. "Saya perhatikan sepanjang perjalanan tadi kamu hanya diam?"tanya papah david pada el. "Saya hanya gak ingin mengganggu."kilah El. Padahal dari tadi el menahan diri untuk tidak terpancing oleh Dany. "Saya ada pertanyaan untuk kamu."ucap papah david. El langsung melihat wajah papah david. Sungguh el ingin sekali menyentuhnya. "Iya."jawab el gugup. "Kenapa kamu memilihku? saya seorang duda dan usiaku juga sudah tidak muda lagi. Apa yang kamu pikirkan sehingga menjatuhkan pilihan padaku?"papah david menepikan mobilnya dan balik melihat el. El rasanya sudah gak karuan. Di lihat secara intens begini membuat el ingin pingsan. "Sa....sa....saya cinta sama anda."jawab el terbata-bata namun tetap mengutarakan isi hatinya dan ingin buktikan pada dany kalau dirinya mampu mendapatkan hati tuan david tanpa permintaan dany. "Dan kamu meminta bantuan dany?"tanya papah david. "Apa dany bicara seperti itu?"El balik bertanya. "Tidak. Dany hanya mohon pada saya untuk mencoba membuka hati buatmu karena dia merasa nyaman dengan mu."balas papah david. El bernafas lega karena ternyata bocah itu gak bicara macam-macam. "Saya serius suka sama tuan."lirih el. "Saya akan coba, namun saya tidak bisa berjanji."balas papah david. Senyum el merekah sempurna. "Terima kasih."El rasanya lega sekali sudah dapat lampu hijau dari tuan david. "Berterima kasihlah pada dany. Sayangilah dany."pinta papah david. "Iya saya akan berterima kasih padanya. Nanti saya izin ajak dany makan."balas el semangat. Papah david hanya mengangguk sebagai jawaban dan melanjutkan lagi perjalanan menuju kantornya. Kedatangan el dengan papah david tentu saja membuat heboh seluruh penghuni kantor. Dan tak jarang ada yang melayangkan tatapan sinis. Ada juga yang berdecak kagum. Sungguh el merasa tidak nyaman. "Jangan pedulikan mereka."ucap papah david yang tau kegelisahan el. "Iya."lirih el salah tingkah. Pulang sekolah dany seperti biasa ke kantor papahnya. "Sayang nanti di ajak makan sama tante el."ucap papah david saat dany tiduran di sofa ruang kerjanya. "Dany di ajak makan?"tanya dany tak percaya, el mengajaknya makan. "Iya. Dia segera ke sini."Jawab papah david. Benar saja, tak berselang lama. El datang ke ruangan papah david. "Tante ngajak gue makan beneran?"tanya dany saat el masuk. "Iya, ayo berangkat."jawab el masih dengan senyumannya. "Pah dany pergi dulu."pamit dany. "Iya hati-hati."balas papah david. Saat di mobil dany menatap el curiga. "Apaan sih, tatapan loe horor gitu."ucap el yang hari ini sepertinya happy banget. "Gue curiga, loe manfaatin gue. Pura-pura ngajak gue makan segala."balas dany menyelidik. "Curigaan aja loe, gue cuma lagi happy papah loe udah ngasih lampu hijau ke gue."seru el saking senengnya. "Apa......!!! ucap dany langsung ngerem mendadak. Mungkin jika gak pake sabuk pengaman, udah benjol jidat el. "Loe bisa bawa mobil gak sih."kesal el dengan jantung berdebar kencang. "Loe yakin papah gue udah nerima loe?"tanya dany masih tak percaya. "Iya. Emang loe gak bisa lihat. Muka bahagia gue."jawab el. Ya sih, El terlihat sangat bahagia. Tapi papah kenapa langsung terima el, Dany masih tak habis pikir. "Oh ya thanks loe udah tutup mulut loe yang bocor di depan papah loe."ucap el tulus. "Sebagai tutup mulut ada imbalan dong."balas dany. "Ya ini gue traktir loe makan."ujar el. "Gue gak lapar. Kita ke kosan tante aja."Dany langsung melajukan mobilnya ke kosan el. "Kenapa malah pulang sih."El pun masuk terlebih dahulu. "Gue mau bicara serius."jawab dany. El hanya menaikkan sebelah alisnya. "Gue cinta sama loe? Gue juga sudah miliki tubuh loe. Kenapa loe tetep gak bisa buka sedikit saja hati loe buat gue?"ucap dany masih berharap pada el. "Gue sukanya sama papah loe. Udah dech jangan merusak suasana."balas el. Dany menarik el dan mencium bibir el. El terus meronta-ronta dan menolak keras ciuman dany. Karena kesal dany pun menggigit bibir el sampai berdarah. Dengan terpaksa el membuka mulutnya. Ciuman itu pun terasa asin karena bercampur darah. "I love you...."ucap dany melepaskan ciumannya dan menyatukan keningnya di kening el. El mendorong dany supaya menjauh. "Cukup. Ini gak benar. Gue mau jadi mamah loe."ucap el. "Loe gak pantas bersanding dengan papah gue."balas dany tajam. "Loe juga gak pantes untuk gue. Loe kotor."El memaki dany. "Ya gue memang kotor, b******k, PK dan gak tau diri. Tapi gue cinta sama loe tulus dan ingin serius sama loe."jelas dany. "Loe masih kecil. Tau apa loe tentang cinta."cibir el. "Apa segitu rendahnya gue di mata loe?"Dany menatap el dengan tatapan penuh luka membuat el membeku seketika. El tak mampu bicara, seperti semua kata-katanya tercekat di tenggorokan dan tak bisa di ucapkan. Dany langsung pergi karena tak ingin menangis di depan el dan menutup pintunya kencang. El tertunduk lemas dan menangis merasa bersalah dengan dany.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD