Perasaan yang sama!

1821 Words
Bab 6 “Apa?” tanya Hesti sambil terkekeh memandangi tubuh telanjang Samuel yang penuh percaya diri berjalan di hadapannya. “Apa kau lelah?” tanya Samuel dengan lembut. “Sedikit,” sahut Hesti dengan jujur. Umurnya bukan belia lagi, tentu setelah pergulatan sengit tadi, wajar kalau dia merasa sedikit lelah dan mengantuk saat ini. “Apa kau keberatan kalau kita beristirahat dan melanjutkan percintaan kita di kolam renang sana?” tanya Samuel seraya mengelus-elus tubuh telanjang Hesti dengan tatapan mendamba. “Dan masuk angin kemudian?” sahutnya sambil tergelak menanggapi tawaran Samuel. Samuel menggeleng sambil terkekeh. “Kemarilah,” katanya sambil menarik tangan Hesti dengan lembut. Hesti mengikuti langkah kaki Samuel dan berjalan telanjang tanpa merasa sungkan sedikitpun meski saat ini dia juga tidak mengenakan pakaian sedikitpun karena ia sangat menikmati kebersamaannya bersama Samuel. Ia memasukkan telapak kakinya ke dalam air kemudian terkejut dengan hati yang gembira. “Airnya hangat!” seru Hesti dengan suka rela mulai melangkah masuk ke dalam kolam dan menikmati hangatnya air kolam yang membungkus dirinya. Samuel tersenyum ceria meski sebelumnya ia sudah bisa menebak respon Hesti tapi tetap saja melihat ekspresi Hesti yang menyukai kolamnya ia merasa sangat senang dalam hati. “Apa kau suka?” tanyanya dengan lembut dan penuh perhatian segera menyusul Hesti masuk ke dalam kolam. “Sangat suka!” jawab Hesti sambil melakukan peregangan di dalam air yang hangat. "Nyaman sekali!" erangnya tanpa bisa menahan diri untuk segera berenang dengan santai ke sisi kolam sambil tertawa gembira. Samuel terkekeh sambil berenang mengelilingi wanita yang sudah berhasil memikat hatinya ini. Ia mendekati Hesti dan memberikan pijatan yang menenangkan di bahunya. “Nyaman sekali,” sahut Hesti seraya memejamkan mata dan melemaskan tubuhnya di dalam air. Samuel tersenyum senang kemudian mendehem. “Aku punya jari-jari yang terampil untuk apapun juga,” bisik Samuel seraya meneruskan pijatannya seraya terkekeh. “Aku percaya,” sahut Hesti dengan wajah tersipu malu. Tangan Samuel turun dan mengelus lengan Hesti sambil menciumi tengkuk Hesti dengan lembut. “Apa kau tidak lelah?” tanya Hesti dengan hati berdebar kencang. Ini gila mereka telah bercinta lama tapi kenapa sekarang gairahnya begitu mudah bangkit kembali dan menginginkan Samuel lagi! pekik Hesti merasa malu dalam hati. “Bersamamu?” sahut Samuel seraya membalikkan tubuh Hesti secara perlahan. Hesti mengangguk dengan wajah merona saat menatap wajah Samuel yang tampak sama b*******h sepertinya. Samuel menggeleng sambil menatap serius ke arah Hesti. Ia mengelus wajah Hesti dan mencium bibirnya secara perlahan. “Bersamamu? Aku tidak merasa lelah,” sahut Samuel. "Aku menginginkanmu lagi dan lagi," lanjutnya saat melihat wajah Hesti yang merona. Hesti menahan senyumnya kemudian memberanikan diri menatap wajah Samuel yang tampan sambil menahan sipuannya. “Apa kau bisa menyelam?” tanya Samuel seraya merapikan rambut Hesti yang panjang dan berkilau. Hesti mengangguk. “Bisa,” jawabnya dengan penuh percaya diri. “Ayo kita berlomba menyelam. Siapa yang duluan sampai di ujung sana, yang kalah harus mengabulkan permintaan yang menang,” ucap Samuel sambil menatap Hesti dengan tatapan penuh hasrat. “Apa hadiahnya?” sahut Hesti merasa penasaran. “Satu permintaan. Yang kalah harus menuruti permintaan pemenangnya,” jawab Samuel dengan tatapan penuh harap. “Baik, mulai!” seru Hesti langsung menyelam tanpa menunggu Samuel memberi aba-aba. Samuel terkekeh dan langsung menyelam menyusul kekasihnya yang nakal ini. Di dalam air Samuel tersenyum ke arah Hesti dan melewatinya dengan mudah. Hesti mengambil napas saat naik ke permukaan dengan wajah yang kesal karena dia kalah. Dia tidak suka kalah! Samuel langsung menjembel wajah Hesti sambil tertawa keras. “Kau kalah, Sayangku!” seru Samuel seraya menarik Hesti dalam pelukannya. “Baik, sebutkan permintaanmu,” sahut Hesti seraya terkekeh menerima kekalahannya dengan hati yang berdebar kencang. Samuel mengaitkan jemari mereka dengan tatapan sendu. Ia tahu permintaannya tidak mungkin bisa terwujud tapi tetap saja dia memintanya dengan hati yang sedih. “Jadilah kekasihku,” ucapnya dengan bibir gemetar. Aneh kenapa dia merasakan hal ini! Ini baru kali pertama terjadi dalam hidupnya. Ia menginginkan Hesti untuk dirinya sendiri tapi ia sadar kalau Hesti sudah memiliki pasangan yang resmi. Hesti tertegun lama tidak tahu harus menjawab permintaan Samuel bagaimana. “Aku …” “Aku tahu,” kata Samuel sambil berbalik dan berenang menjauh menyembunyikan wajah sendunya dari Hesti. Ini gila! kenapa ia sampai menangis seperti ini! Yang ada di benaknya saat ini meski tahu kalau Hesti sudah menikah tapi entah kenapa, ia tidak rela membagi Hesti dengan suaminya sendiri! Samuel mengumpat kesal karena tidak bisa menahan perasaannya seperti ini! Kenapa! Kenapa! Kenapa! serunya sambil memukul air dengan keras. Hesti memandangi Samuel yang sedang berenang menjauhinya. Ia mengerjapkan mata seraya menghela napas panjang. Meski hari ini adalah hari pertama mereka bertemu, entah kenapa ada perasaan sayang untuk melepas Samuel. Apa dia bisa memiliki bayi sekaligus ayah dari bayinya? pikir Hesti dengan hati berdebar kencang. Ia akan segera bercerai dari mas Haris. Itu artinya ia bukan lagi wanita yang memiliki suami, bukan? Entah kenapa, bukannya merasa sedih saat ini ia malah merasa lega saat memikirkan kalau dia akan segera bercerai dari suaminya sendiri. Semua kenangan indah yang dirajut bersama mas Haris selama ini seolah langsung hancur dan sirna begitu saja di benaknya. Suami apa yang tidak menginginkan istrinya mengandung benih cinta mereka! Suami macam apa itu! serunya merasa kesal saat mengingat tindakan yang dilakukan mas Haris sebelum mereka menikah. Itu artinya, mas Haris hanya menginginkan seks dan bukan cinta darinya! Hesti menghela napas sedih sambil memandangi punggung Samuel dari belakang. Mungkin ini adalah saatnya kalau ia harus melupakan mas Haris dan memulai masa depannya bersama Samuel dan juga calon bayi mereka. Meski ia belum mengenal kepribadian Samuel lebih jauh lagi tapi ia tidak keberatan untuk memberi kesempatan itu kepada Samuel, pikir Hesti sambil melangkah pelan mendekati Samuel. Ia bisa mulai menjalin hubungan dengannya! tambah Hesti mencoba meyakinkan keputusannya. Secara perlahan Hesti tersenyum bahagia saat mengambil keputusan untuk dirinya sendiri. Ia berenang dan dengan percaya diri ia mendekati Samuel seraya tersenyum lega. Ia memeluk tubuh Samuel dengan erat dari belakang. “Aku mau menjadi kekasihmu, Sam,” jawab Hesti dengan lembut. Samuel tertegun mendengar ucapan Hesti. Matanya mengerjap seolah meyakinkan pendengarannya sendiri. Ia tersenyum miris dan menggeleng dengan penuh kesedihan. “Oh, mungkin maksudmu, pria simpananmu?” sindirnya berusaha melepaskan tangan Hesti dengan hati yang perih. Ini gila! Bagaimana ia bisa langsung jatuh cinta kepada Hesti!? Padahal ia tahu jelas kalau saat ini, ... semua yang mereka lakukan saat ini hanyalah gairah cinta satu malam belaka dan tidak lebih! Tapi kenapa ia begitu menginginkan Hesti untuk seumur hidupnya!? keluh Samuel merasa emosi yang terasa asing untuknya begitu menguasai akal sehatnya! “Aku akan segera bercerai!” sahut Hesti tidak mau melepas Samuel yang tampak sedang terpukul karena telah salah mengartikan ucapannya. Yah, sebentar lagi mereka, dia dan juga mas Haris akan bercerai dengan begitu dia bisa melanjutkan proyek untuk mendapatkan seorang bayi. Tentang masa depan hubungan mereka, Hesti tidak akan mengambil peduli tentang masalah itu. Pasalnya Samuel tampak lebih muda beberapa tahun di banding dengannya, dia tidak mungkin menuntut lebih dalam hubungan mereka ke depannya. Bagaimanapun dia harus segera hamil! Itulah yang terpenting saat ini! putus Hesti dalam hati. Samuel berhenti berjalan tapi tidak berani berbalik dan melepaskan tangan Hesti darinya. “Apa maksudmu?” tanyanya dengan ragu. “Aku akan bercerai dari Suamiku. Kami ..." “Karena aku?” sahut Samuel langsung berbalik dengan wajah berseri-seri. Hesti menggeleng meski melihat binar harapan tampak jelas dari mata Samuel. Dia harus jujur, putusnya dengan penuh keyakinan. Samuel tertegun merasa kecewa mendengar jawaban Hesti. Ia berpikir Hesti memiliki perasaan yang sama sepertinya. Diam-diam ia menahan diri seraya mengepalkan tangan. Hesti mendekati Samuel yang tampak sangat terpukul mendengar sanggahannya. Seharusnya aku mengiyakannya saja. Bagaimana kalau Samuel sampai menjauh darinya sebelum ia bisa berhasil hamil! Tapi Hesti segera menggeleng dan mengusir pemikirannya. “Karena kami berdua. Karena itu aku berpikiran nekat dan memutuskan untuk mencari ayah dari calon bayiku di dalam club," cicit Hesti berharap Samuel tidak merasa kecewa mendengar pengakuannya. Samuel berpikir miris tentang dirinya saat ini dan memandang Hesti dengan tatapan penuh kemarahan! "Jadi bagimu, aku tidak lebih dari sembarangan pria yang akan membuahi rahimmu!" Hesti seharusnya berusaha menyangkal hal itu tapi ia merasa ragu. Samuel menghentak tangan Hesti dengan berat hati. Tidak ia keberatan hanya menjadi pria pencetak anak untuk Hesti! Hesti langsung memeluk Samuel dengan erat. "Jangan pergi," ucapnya dengan penuh kesedihan. Ia merasakan perasaan yang begitu mendalam dari yang seharusnya ia rasakan saat ini. Ia sadar, Samuel bukan hanya pendonor s****a dalam rahimnya tapi ia memang menginginkannya, menginginkan Samuel! Samuel tidak mau mendengarkan Hesti dan berusaha untuk pergi! "Aku menginginkanmu, Sam. Bukan hanya sebagai calon ayah dari bayiku!" seru Hesti dengan derai air mata hingga seluruh tubuhnya bergetar hebat saat ini. Samuel menahan senyum bahagianya sambil berbalik dan memegangi kedua lengan Hesti dengan cepat. Ia berusaha meminta Hesti untuk meyakinkannya kembali. “Please katakan sekali lagi dan jangan berbohong padaku,” sahut Samuel lagi dengan gugup sambil memandangi wajah Hesti. "Katakan kalau kau benar-benar menginginkanku." “Aku tidak berbohong," jawab Hesti seraya menghela napasnya dan menatap Samuel tanpa ragu sedikitpun. "Kami sudah memutuskan untuk bercerai, itulah sebabnya aku berusaha meluapkan perasaanku dan masuk ke klub tanpa direncanakan sebelumnya," lanjut Hesti merasa sedikit bersedih dengan mata berkaca-kaca saat mengatakan hal itu kepada Samuel. Dan sekarang Hesti adalah miliknya! Hesti memilihnya! Mata Samuel berkaca-kaca dan menemukan kesungguhan dari ekspresi Hesti. Dengan penuh kebahagiaan ia segera menarik tubuh Hesti dengan erat kemudian menciumi wajah Hesti dengan penuh rasa syukur. Ia memeluk tubuh Hesti lagi dengan erat. Napasnya menderu kuat dan tidak bisa menahan air mata bahagianya. “Ini gila!" seru Samuel sambil menghapus air matanya. Ia merasa malu memperlihatkan kegembiraannya dengan air matanya. "Tapi aku harus tetap mengatakannya kepadamu, Hes,” sahut Samuel dengan sungguh-sungguh. “Apa?” tanya Hesti sambil tertawa haru melihat kebahagiaan yang tampak jelas di wajah Samuel. Hatinya merasa sangat tersentuh melihat ekspresi Samuel yang tampak tulus di matanya. Samuel benar-benar menginginkannya! “Aku mencintaimu,” ucap Samuel tanpa menunda lagi. Hesti mendehem menahan perasaan senangnya. Ternyata Samuel juga merasakan hal yang sama dengannya! Yah, Tuhan! erangnya dalam hati merasa sangat bahagia mendengarnya. “Kau hanya suka bercinta denganku,” kilah Hesti sambil menahan sipuan di pipinya. Samuel menahan dan memegangi wajah tirus Hesti agar memandang ke arahnya. “Itu adalah bonus dan harus kuakui kalau aku sangat menikmati percintaan kita,” sahut Samuel sambil terkekeh nakal seraya memandangi Hesti dengan tatapan serius. "Tapi entah kenapa, aku merasa kalau aku tidak bisa berpisah lagi darimu, Hes,” kata Samuel sambil mengecup jemari Hesti yang lentik dengan penuh hasrat yang menggelora. Hesti tersenyum penuh keharuan mendengar ucapan Samuel. Ini gila! Ia merasa Samuel bersungguh-sungguh dengan ucapannya! Sebagai responnya, ia hanya bisa mengelus wajah Samuel yang basah dengan tatapan penuh haru karena ia juga merasakan hal yang sama dengan Samuel. “Aku juga, Sam. Aku juga!” jawabnya dengan berani. Ia tidak tahu apakah ini hanya perasaan sesaat atau bagaimana yang jelas saat ini mereka sama-sama saling menginginkan satu sama lain!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD