Part 27

1264 Words

Setelah keadaan membaik, Seira main ke tempat Kirana buat lapor. Dia datang pagi-pagi, senyum super mentereng membuat mata Kirana silau. “Udah kelar masalah hidup kamu?” tanya Kirana sarkastis. Agak stres karena masalah pribadi dan teror Seira tiap hari. Isinya rengekan penuh drama, dikasih tahu nggak usah terlalu dipikirkan tak mau dengar. “Udah dong! Makanya aku ke sini mau rayakan!” Seira angkat satu kantong plastik besar. Isinya makanan ringan semua. Kirana langsung rampas, masukkan dalam kotak stok camilannya. “Bumil nggak boleh makan yang kayak gini. Jadi ini aku sita.” Tak akan dia biarkan Seira makan sembarangan di depan mukanya. “Kok gitu! Di rumah nggak boleh, di tempat Elard nggak boleh! Di sini nggak boleh juga!” “Bodo amat. Makan buah sana, tuh di kulkas ada!” “Nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD