Kedatangan Danu bagaikan gelegar petir di tengah terik. Baik Lana maupun Althaf gelagapan untuk menjawab. "I-itu, Pa—" "Perihal kampus, Pa." seloroh Althaf. Berusaha menetralisir pucat dari wajahnya. "Kebetulan, uhh… Lana ingin berkonsultasi soal pertukaran mahasiswa." Lana tersenyum mengangguk. "Betul, kami sedang mendiskusikan hal itu." Meski tersirat gugup, kedua orang itu untungnya berhasil meyakinkan Danu. Namun tidak dengan Martha. Wanita paruh baya itu menimpali, "Oh, ya? Bukankah mama udah bilang nggak akan setuju soal itu? Kenapa kalian masih membahasnya?" "Tapi, Darrel sudah setuju, Ma." tukas Lana mengejutkan orang-orang itu. Darrel melotot hampir menyanggah, namun Lana kembali mencetus, "Ya, kan, Rel? Kamu bilang udah setuju, kan?" sambil mencubit kecil pahanya. "Eum,

