Melodi Malam.

1160 Words

Lana melingarkan cinicin itu ke jarinya. Cincin itu harusnya menjadi simbol pertunangan, namun paksaan Darrel membuat ia mengalah. "Walaupun belum tunangan, gue mau lo pake ini kemanapun." titah Darrel selagi mereka pulang. Lana merotasikan mata. Ia lalu membuka ponsel—membaca pesan Althaf yang baru muncul. "Udah di rumah, sayang?" Garis bibir Lana mengembang. Lalu membalas, "Saya masih di jalan, Pak Althaf." "Darrel bawa kamu kemana?" Jemarinya berhenti sebentar. Haruskah ia jujur? "Beli cincin." balasnya cepat. Althaf tak lagi menjawab. Hatinya tergigit rasa cemas ketika pria itu berhenti merespon. Tiba-tiba, Darrel merebut ponsel dari tangannya dalam sekejap mata. Lana spontan menyeru sambil merebut. "Kembaliin!" Darrel membaca pesan sekilas, "Bagus. Bilang ke Althaf kalo ki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD