Emma membuka pintu kamarnya yang tadi terdengar suara ketukan dan satu kalimat samar dari suaminya yang memberitahu soal makan malam yang telah ia letakkan di depan pintu kamar tidurnya. Sama seperti yang pria tersebut lakukan siang tadi. Dengan sembunyi- sembunyi Emma mengintip ke lantai bawah dan mendapati Tian yang duduk di meja makan dan menyantap makan malamnya sambil membaca sebuah buku atau novel dengan serius. “Aneh banget…” ucap Emma lalu kembali ke dalam kamarnya. Di dalam kamar, Emma nampak antusias menatap makan malamnya yang nampak lezat. Tian sekali lagi memamerkan skill memasaknya dengan sangat apik. Chicken steak dengan saus creamy mushroom, mashed potato, dan brokoli juga jagung pipil yang ia tumis dengan bawang putih. Nikmat, cantik, dan sempurna. Tentu saja tanpa b

