Usai berpelukan dan menangis, keduanya tampak duduk. Dina malah hanya meneteskan satu air matanya. Walau ia hampir menangis juga tapi ia menahannya. Ia malah sibuk menghibur Fasha dengan senyuman tipisnya tanpa kata-kata. Karena sejujurnya, Dina tak tahu harus mengatakan apa pada Fasha. Fasha tak perlu bersalah apapun di sini. Fasha hanya punya perasaan. Ia juga sama. Ia juga punya perasaan begitu pula dengan Adit. Tapi mungkin, sialnya bagi Adit adalah salah memilih perempuan untuk berpaling. Iya bukan? Namun dalam cinta, bukan kah tak ada yang salah? Tetapi yaaa, mungkin menurut etika manusia rasanya agak keterlaluan kalau kejadiannya seperti ini. Meski Fasha dan Adit pun tak pernah berpacaran? Hanya sebatas sahabat? Terlihat keterlaluan kah perasaan Adit yang malah jatuh cinta pada sep

