"Kalau harus di Makassar, Ayah tak bisa." Fadli menolak mentah-mentah. Caca juga tak setuju kalau Fasha harus menetap di Makassar. Fasha tinggal di Bandung saja ia susul terus karena anaknya ini jarang berkabar. Sebegitu dekatnya Bandung, Fasha saja jarang pulang apalagi kalau menetap di Makassar? "Kamu kan cuma desainer interiornya aja. Kalau tinggal di sana beberapa minggu sih Ayah gak masalah. Lagian kantor kamu di Bandung bagaimana?" Fasha menghela nafas. Padahal ia sudah membulatkan tekad untuk menutup kantornya di Bandung. Ia hanya akan membuka penawaran jasa melalui website yang baru ia rencanakan. Yah, secepat ini perubahan pikirannya. Jangan tanya pula karena siapa. Siapa pun tahu alasan dibalik aksinya ini. "Udah lah. Di Jakarta saja. Adit juga gak selamanya menetap di Mak

