"Terakhir ke rumah Aya," tuturnya. Wira mengiyakan saja. Lelaki itu menyalakan lagi mesin mobilnya kemudian melajukannya hingga masuk ke jalan raya. "Dina ada ngomong apa sama kamu?" Aisha menghela nafas. Perempuan itu menggeleng lemah. Ia juga sedang menunggu anak gadisnya berbicara. Tapi Dina hanya diam saja dan enggan mengungkap apapun. "Aku masih gak yakin dengan semua ini," tuturnya. Menurutnya, ini bagai mimpi. Dan entah kenapa, perasaan ini sama seperti perasaannya dulu ketika hendak menikah dengan Marshall. Apa yang ia rasakan saat itu? Ketidakyakinan. Wira menarik nafas. Lelaki itu membelokan setirnya. "Aku gak keberatan kalau harus berhenti," tuturnya. "Kalau memang anak kita gak bahagia, aku gak masalah. Mau ia berhenti ketika hendak menikah sekalipun, gak masalah." Aish

