Tuan Hawthorne memulainya dari wajah Jasmine. Wanita itu terlihat polos, dengan pipinya yang cenderung merona saat merasa malu, sebuah pemandangan yang menyenangkan menurutnya. Dia menyeka handuk di sekitar bibir Jasmine, sesekali ujung jarinya menyinggung bibir yang lembut itu secara tak sengaja. Sentuhan itu membangkitkan ingatan tentang waktu pertama kali mereka berciuman, singkat tapi memuaskan. "Kau perlu melepas pakaianmu agar aku bisa membersihkan punggungmu," ucap Tuan Hawthorne. Jasmine terlihat ragu. "Tapi ... itu ...." Tuan Hawthorne menatap Jasmine dengan tegas. "Kau yang memintaku untuk tinggal. Apa yang bisa kita lakukan selain ini? Tubuhmu butuh dibersihkan." Dengan hati berdebar, Jasmine mengulurkan tangan untuk menyentuh kancing bajunya. Sebelum melepaskannya, matanya

