Bab 42. Akhir Dari Kesempatan

1280 Words

Pipi Mr. Vanderbilt tertekan kuat di atas meja, kepalanya berdenyut nyeri karena cengkeraman yang begitu kuat. Kata-kata yang keluar dari mulutnya yang miring tak terbentuk dengan sempurna. Dia sudah berusaha melepaskan diri, tapi kekuatan lawannya tak terbantahkan. "Aku memberimu kesempatan, menunggu kalian untuk meminta maaf, tapi kau tak kunjung melaksanakannya?!" ucap Tuan Hawthorne dengan kebencian mendalam. Tekanan tangannya semakin meningkat, tak peduli jika kepala Mr. Vanderbilt akan menyatu dengan meja. "Haruskah aku memisahkan otak dan kepalamu supaya kau dapat melihat sendiri betapa menjijikkannya tingkah kalian?" Kilatan kekhawatiran muncul di mata Theodore saat tangan Tuan Hawthorne meraih ke dalam jasnya. Dia menyela, "Maaf, Tuan Hawthorne, saya rasa tak tepat untuk melaku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD