Di kamar yang hening, Jasmine merapikan setiap helai rambutnya. Dia berhenti sejenak dan membiarkan pikirannya melayang pada pesan yang diterimanya semalam dari Prof. Sullivan. Meskipun sebenarnya dia tak ingin bertemu setelah pengkhianatan yang sudah dia terima, tapi penting baginya untuk menyelesaikan urusan di antara mereka. Dengan tekad yang terpatri di hatinya, Jasmine meyakinkan diri dan turun ke lantai bawah. Saat langkahnya melintasi ruang tamu, dia melihat Tuan Hawthorne dan Lily tengah asyik bersenda gurau dalam keadaan televisi menyala. Bayangan malam sebelumnya menyelinap ke dalam pikiran Jasmine, membawanya kembali pada momen intim di ruang tengah bersama Tuan Hawthorne. Sofa menjadi saksi bisu atas segala yang mereka lakukan. Lamunan itu terputus oleh teriakan Lily. "Aunty

