Jasmine melangkah mundur, tak percaya dengan perubahan sikap Sabrina yang begitu mendadak. Rasanya seperti ada yang tak masuk akal. Benaknya dipenuhi kecurigaan, apakah Sabrina tengah memanipulasinya? "Lalu, kenapa kau merobek tugasku?" Sabrina menjelaskan dengan nada santai. "Itu karena kau susah diajak pergi bersamaku, sih. Gaya berteman kami memang agak kasar, tapi begitulah cara kami. Ah! Jangan bilang kau tersinggung karena tugasmu kurobek," ucapnya, diikuti dengan ekspresi terkejut. Sabrina mendekati Jasmine, menyentuh lengannya dengan lembut. "Maaf jika caraku tak sesuai denganmu. Aku tak akan melakukannya lagi jika kau tak suka." Di tengah pergolakan batin Jasmine, seorang pegawai butik menyela, "Nona Worthington, kami sudah menyiapkan pakaian yang sesuai dengan permintaan Anda

