26. Dua Puluh Enam

1187 Words

Entah perasaan apa yang Kashgar rasakan saat ini. Meski sang pujaan hati kembali hidup, hatinya masih terasa kosong. Seperti kura-kura yang hanya tinggal cangkang tanpa kehidupan. Kashgar duduk di tepi jendela, menatap keluar seperti melihat seorang wanita sedang tersenyum padanya. "Kashgar, aku sudah siap ... ayo kita pergi!" Suara itu membuat Kashgar semakin merenung. 'Kashgar, jangan tinggalkan aku.' "Kashgar?" "Maaf, baiklah kita berangkat sekarang!" Kashgar beranjak dari sana, lalu tatapan matanya seperti melihat sesuatu yang asing pada Noreen. "Sejak kapan kalung itu ada di sana?" tanya Kashgar sembari menunjuk pada liontin permata biru yang melingkar di leher Noreen. "Kalung ini diberikan Raja untukku, katanya seperti jimat agar tidak ada kesialan menghampiriku," jelas Noreen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD