21. Dua Puluh Satu

1430 Words

Kashgar kembali ke dalam kastil miliknya setelah bertemu dengan Raja. Ia tidak menyangka jika ayah-nya akan tahu mengenai kehadiran Nastya di dalam istana itu. Sampai di depan kamar, Kashgar membuka pintu dan melihat Nastya sedang berbaring di atas ranjang. Wajah cantiknya membuat Kashgar tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Nastya. Perlahan, tangan itu dengan lembut membelai wajah halus Nastya. Hingga sang pemilik terganggu dan membuka mata. “Kashgar, kau kembali.” “Kau tidur dengan nyenyak. Maaf jika mengganggu.” “Tidak. Tempat ini sangat nyaman, tanpa aku sadari mataku terpejam setelah hembusan angina menyentuh kulit,” ujar Nastya. “Kau benar … tempat ini sangat nyaman. Bahkan jika aku tidak melakukan kesalahan waktu itu, aku tidak akan meninggalkan kamar ini.” “Tetapi …

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD