80_ bahagia

1071 Words

Hari-hari nampak seperti biasanya tidak ada yang spesial bahkan dia pun tak pernah bertemu lagi dengan Marcus, entah mungkin pria itu sudah hilang ditelan bumi setelah men gabaikan dirinya saat itu. Presdir bukannya memang jarang datang ya? Fikirnya dalam hati. "Ah bodoh!" Kamerun menepuk keningnya sendiri. "Lo kenapa?" Untung saja Kamerun tidak melempar berkas yang berada ditangannya akibat terkejut, memang dasar Raja paling senang datang tiba-tiba tanpa aba-aba terlebih dahulu. "Lo bisa gak. Gak ngagetin guenya." Kesal Kamerun sambil kembali melangkah pergi. Raja terkekeh sambil mengikuti Kamerun. "Gue tanya lo kenapa?" "Gak apa-apa." Kamerun memencet tombol lift lalu melangkah masuk. "Tunggu!" Kamerun mencegah tubuh Raja yang akan masuk kedalam. "Bukannya lo ada lift sendiri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD