77_kenyataan dan pengorbanan

1149 Words

"katakan!" Marcus menutup pintu kamarnya dan melangkah kearah wolk in cleset lalu menarik dasinya melonggarkan ikatannya, meraih baju santainya dan membawanya kembali kearah Raja yang tengah berdiri mematung. "Sampai kapan kau diam?" Raja mengangkat kepalanya dan sedikit mengulas senyumnya. "Raja akan merestui hubungan Kamerun dan daddy asal daddy mau memaafkan Raja." "Raja tidak bersalah. Disini daddylah yang bersalah. Terlalu mementingkan diri sendiri hingga daddy lupa jika anak daddy terluka karenanya." Ucap Marcus sambil membuka jas dan kemeraja lalu berganti dengan kaos putih polos miliknya. "Daddy jangan berkata seperti itu! Raja semakin merasa bersalah disini." Ucap Raja semakin menunduk. Marcus tersenyum lalu memegang kedua bahu Raja. Menatap anaknya dengan lembut sembari m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD