"pembual sama pembohong itu tidak ada bedanya." Seketika Kamerun menghentikan langkahnya,menatap Raja yang tersenyum sinis kepadanya. "Apa lo! Berani lo natap gue?" Kamerun muak dengan sikap kekanakan Raja,awalnya ia merasa bersalah namun semakin hari,Raja semakin berbuat semaunya dan terkadang pria itu juga sering mengerjainya melalui para fans-fans gilanya. Sungguh Kamerun tidak tahan lagi,jika saja ia bisa pindah sekolah saat ini juga mungkin akan Kamerun lakukan. Lagi-lagi ia harus menyelasikan tuntas studynya. Hanya sebulan saja dan rasanya ia sudah muak! Benar-benar muak. "Mark!" Panggail Kamerun kepada Mark yang baru saja datang dari arah belakang Raja. Seketika wajah Raja memerah menahan amarah karena ia merasa terabaikan dan lagi didepan banyak orang. Sial! Kesalnya. "

