30.

1670 Words

Sesuai dengan janjinya, sudah hampir 2 bulan lamanya ia menemani Seriel dalam segala proses pengobatan, sampai akhirnya Seriel mengalami peningkatan yang sangat bagus. Dirinya sudah kembali berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang di sekitarnya, kabar baiknya adalah Seriel tidak melupakan Satria. Kini Seriel hanya tinggal memulihkan luka pada kakinya. Entah sudah berapa lama Satria menatap Seriel yang terlelap dalam tidurnya. Hingga ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Setelah memastikan siapa yang menelphone, ia langsung mengangkatnya, karena itu dari Alfread, Ayahnya. "Halo, Pah?" "Kamu jadi pergi kan?" Satria terdiam, dan menatap Seriel sekilas kemudian mengangguk pasti. "Iya, Pah..." Jawabnya lirih, "give me a time, Pah..." Lanjutnya kemudian menutup sambungan begitu saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD