"maafkan aku Ale, ini semua ulahku." Ucap Brendy menyuapi Ale yang masih sedikit terluka. "Tidak Brendy, sudah kewajiban ku untuk melindungi mu, kau adalah istriku, apa yang salah?" Balas Ale tersenyum. Brendy memeluk Ale dan menangis melihat pengorbanan suaminya. Beberapa bulan kemudian.... Ale melanjutkan kesibukannya yang benar-benar padat pagi ini di kantor. Jika dulu ia harus bersama Adra, tapi tidak kali ini, ia benar-benar harus mengurus semuanya sendirian. Ale membersihkan ruangan kantornya karena ia ingin bersiap untuk makan siang. Setiba di restauran cepat saji Ale memesan sebuah minuman manggo dan burger, ia memesan dua burger sekaligus. Sangat terlihat bahwa Ale benar-benar lapar hari ini. Namun tiba-tiba ada seorang wanita cantik memakai dress hitam datang dan duduk te

