Bab | 24

801 Words

Kini mereka berdua telah berada di kamar hotel berbintang Brendy pun tidak keberatan, karena ia merasa aman apabila lelaki di sampingnya menemani nya Apalagi orang itu adalah kekasihnya sendiri. "jangan mengaca terus di depan cermin sayang ..kau sudah cantik." Ucap Ale mendekati Brendy di depan meja rias. "Aku marah dengan mu, kau menembak ku? apa mau membunuhku?" gerutu Brendy. Ale mendekati Brendy memeluk dari belakang dan mencium leher Brendy. "Jika aku romantis apa kau menerima itu?" bisik Ale di telinga Brendy. "Aku akan menjawab, bisa ya, dan bisa tidak." Brendy berdiri dari duduknya namun Ale tetap memeluk tubuh Brendy. "Jawaban macam apa itu..aku baru mendengar jawaban semacam itu." Ale melepas pelukan itu mengambil ponsel dan bersender di kasur empuk. hampir 2 menit Ale tid

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD