~Adra POV~ Aku melamun di ruangan kantorku tiba-tiba adikku datang menganggu lamunanku, aku menyuruhnya pergi karena memang sekarang mood dalam diriku benar-benar kacau. Aku sudah memberi perintah untuknya tetapi ia malah mengatakan tidak ingin berbicara pada orang yang cintanya di tolak itupun dia menekankan kata tolak menjadi sangat fasih dan berat itu semua menjadi emosi ku naik pitam. Aku bangkit dari dudukku kuhampiri dan kutarik bajunya lalu dia berkata bahwa gadis kemarin hanya menganggap ku sahabat, oh astaga apa dia mengintip dan mendengar ku pukul wajahnya karena memang emosiku tak bisa ku tahan dan aku menghina nya sebagai anak penguping, bocah , dan manja hahah kurasa itu cukup. Dia terjatuh mencoba berdiri kurasa dia sedikit emosi karena aku mengejeknya , dia membenarkan d

