Kini keduanya telah sampai pada salah Satu bilik apartemen. Keenan pun langsung memasukan password apartemennya dan langsung masuk ke dalam apartemen di ikuti Kei.
Keisya tercengang melihat apartemen sang suami yang sangat bersih. Ia kira apartemen ini bakalan sangat kotor dan tak terurus. Keisya jadi mengerti bahwa Keenan sangat menyukai kebersihan.
"Kamar lo sebelah kamar gue di atas," ujar Ken dingin
Kei yang mengerti pun mengangguk. "Aku ke atas ya," ucap Kei yang hanya di balas anggukan.
"Koper kamu mau sekalian aku bawa?" Tawar Kei.
"Nggak," balas Ken singkat. Kei yang mendengar itupun mengangguk paham. Ia tak mempermasalahkan sikap dingin Ken karena ia tau sifat Ken itu turun dari sang daddy jadi ia memaklumi nya.
Kei pun langsung menuju lantai atas. Ada dua pintu kamar yang satu warna hitam yang Kei yakin kamar Ken. Dan yang satu nya putih. Kei pun langsung masuk ke dalam kamar pintu putih.
Kei pun langsung memasukan pakaian ke dalam lemari. Ketika telah selesai dengan kegiatan berbenah nya Kei beranjak pergi ke dapur untuk membuat makan siang.
Ketika sampai di dapur Kei tidak melihat keberadaan Ken di ruang tamu. Ah mungkin saja di kamar nya pikir Kei.
Kei pun membuka kulkas ingin melihat ada bahan makanan apa yang bisa ia pakai untuk makan siang. Kei menghela nafas tidak ada satupun bahan makanan yang ada hanya air putih.
Kei pun beranjak pergi ke kamar Ken untuk mintak izin pergi ke mini market membeli bahan makanan selama mereka tinggal.
Tok tok tok
Kei pun mengetuk pintu kamar Ken. Tak lama kemudian muncul Ken dengan raut lelah nya.
"Kenapa?" tanya Ken datar.
"Aku mau minta izin pergi ke mini market buat beli bahan makanan boleh?" tanya Kei.
Ken diam terus langsung balik ke dalam kamar. Kei yang melihat itu pun bingung dia diizinin apa nggak batin Kei. Tak lama kemudian Ken datang dengan memberi kartu rekening nya kepada Kei.
Ah Kei jadi mengerti. "Nggak usah pakek punya aku dulu aja yah," ujar Kei lembut.
Ken menggeleng "Gue suami lo," ucap Ken dingin.
Kei yang mendengar itu pun menghelas nafas mengangguk pasrah. "Aku pergi ya,"ucap Kei
"Tunggu gue iku,t"balas Ken. Kei hanya mengangguk saja.
***
Tujuh menit kemudian mereka telah sampai di mini market dekat apartemen. Ken hanya menunggu di dalam mobil karena itu perintah Kei. Ia takut ketemu orang yang mereka kenal. Ken pun setuju dengan itu.
Kei sedang mengantri untuk bayar belanjaannya. "Eh kei what are u doing in here?" Tanya seseorang membuat ia tersentak.
Kei pun menengok ah ternyata Sella sahabatnya. Untung Ken tidak ikut ia masuk pikir Kei. "Mandi," jawab Kei. Sella yang mendengar itu pun mendengus.
"Jauh amat lo belanja ini kan jauh dari perumahan lo?" bingung Sella.
Kei pun berusaha tenang. "Nggak sengaja lewat Sell,"ujar Kei tenang. Sella pun mengangguk saja
"Yaudah aku duluan yah Sell," ucap Kei pamit setelah belanjaan telah selesai ia bayar.
"Sama siapa?" tanya Sella.
"Sama mang Salman." bohong Kei. Nggak apa apa kan bohong sekali dua kali maafkan Kei ya allah batin Kei.
Sella pun hanya mengangguk paham. Setelah itu Kei langsung pergi ke dalam mobil dengan nafas tersengal. Ken pun bingung dengan keadaan Kei. Ken mengangkat bahu acuh mungkin Kei capek pikirnya.
Setelah itu mereka langsung pulang ke apartemen. Mobil hanya di isi keheningan. Kei tidak terlalu peduli dengan hal itu. Setelah sampai di basement ken langsung mengambil alih belanjaan mereka.
"Kamu alergi apa ken?" tanya Kei setelah memasukan bahan makanan ke dalam kulkas. Ah senangnya kalo liat kulkas penuh batin Kei girang. kalian cewek pasti gitu juga kan
"Kacang-kacangan," sahut Ken singkat. Kei pun ngangguk paham.
Kei mulai memasak makan siang mereka. Ken sedang mengerjakan urusan kantornya di ruang tamu. Ken memegang beberapa cabang perusahaan sang daddy.
Tidak lama kemudian ken mencium aroma masakan yang sangat harum. Ah jadi lapar batin Ken.
Ken pun menuju ke ruang makan melihat sang istri yang sedang membawa makan siang mereka. Ken yang melihat itu pun perasaannya Menghangat.
"Ayoookk makan," ajak Kei kepada Ken. Di balas anggukan sang suami. Enak batin Ken setelah merasakan makanan nya.
"Bagaimana?" Tanya Kei antusias.
"Lumayan," jawab Ken singkat. Kei yang mendengar itu pun tersenyum ia harus lebih berusaha lagi mungkin.
selesai makan ken mengajak kei ke ruang tamu. Ada yang perlu mereka bahas tentang pernikahan mereka.
"Lo punya pacar?" tanya Ken datar
Di balas gelengan oleh Kei. Karena memang ia belum pernah pacaran.
"Kalau lo ada pacar putusin baik itu lo atau gue. Pernikahan bukan ajang permainan. Gue pengen menikah sekali seumur hidup sama seperti lo. Gue mencoba menerima lo,lo pun sebaliknya. Lo hanya seminggu pisah kamar sama gue. Setelah itu lo langsung pindah ke kamar gue. Gue tau lo belum siap sekamar sama gue. Tapi nanti lo harus mulai terbiasa tidur seranjang sama gue. Tidak baik pisah kamar terlalu lama." Ujar Ken tegas. Kei yang sempat mengangguk pun tersentak ia kira Ken menyuruh dia ke kamar sebelah karena JJen tidak ingin se kamar dengannya.
"Iya," balas Kei.
"Mobil lo nanti diantar ke sini. Jadi kita ke sekolah dengan kendaraan masing-masing. Gue nggak mau ada yang melihat kita bersama,"sambung Ken.
Kei yang mendengar itu pun menunduk, banyak pikiran negatif yang sudah bersarang di otak nya.Apa Ken tidak mau mengakui ia sebagai istri nantinya. Apa Ken punya kekasih batin Kei gusar.
"Gue Udah bilang gue nggak punya kekasih," ujar Ken seolah tau apa yang di pikir sang istri.
"Lo bisa dalam bahaya jika banyak yang mengetahui kalo lo punya hubungan sama gue. Gua ketua geng deathroid. Lo tau geng itu bukan," ucap Ken.
Kei yang mendengar itupun tersentak kaget menatap ke arah Ken tak percaya. Ken ketua geng deathroid? Astaga kejutan apalagi ini batin Kei.
"Untuk sahabat-sahabat kamu?" Tanya Kei pelan.
"Biarkan mereka tau dengan sendirinya. Gua nggak berusaha menyembunyikan ini kepada mereka," balas Ken.
Kei pun mengangguk paham. Ia juga akan seperti itu kepada para sahabatnya, biarlah waktu yang menjawab hubungan mereka.
"Apa yang udah menjadi milik gue tetap akan menjadi milik gue. Ingat itu Keisya Queenzy Sky!" ucap Ken tegas dingin dan tak terbantahkan.
Kei yang mendengar itu pun bergidik. Ah Sky marganya sekarang sudah berganti.
"Iya," ucap Kei pelan
"Aku boleh mengajukan pernyataan, lebih tepatnya permintaan?" Tanya Kei. Ken yang mendengar itu pun mengangguk singkat.
"Untuk apartemen itu sendiri biar aku yang mengurus nya tidak perlu menyewa asisten atau apapun itu, karena aku kurang nyaman dengan hal itu."ujar Kei di balas anggukan Ken.
"Aku juga punya cafe jadi tidak apa apa bukan jika aku tetap mengurusi cafe tersebut?" tanya Kei pelan.
"Itu hak lo, tapi masalah biaya. Gue yang akan tanggung," jawab Ken tegas.
"Em untuk kewajiban istri yang.."
"Gue nggak memaksa hal itu. Kita bisa melakukannya setelah lulus sekolah," potong Ken cepat.
Kei yang mendengar hal itu pun menunduk malu. Astaga kenapa sangat enteng dia mengatakannya batin Kei. Wajah Kei sudah memerah ah memalukan.
Ken yang melihat Kei malu hanya tersenyum tipis. "Gue udah bilang gue menikah sekali seumur hidup, sekarang gue udah menikah yang berarti hanya lo yang bisa melahirkan anak gue nanti," ucap Ken enteng.
"I.. i ya ken semuanya udah d bahas kan gue mau ke kamar istirahat," ucap Kei cepat Dan langsung pergi ke kamar. Ken benar benar gila batin Kei. Tapi tak urung Kei tersenyum mendengarnya.
Ken yang melihat kelakuan sang istri pun hanya terkekeh. Menggemaskan pikirnya.