2 "NABI IDRIS"

1626 Words
Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam, putra dari Yarid bin Mihla'iel (Mahlail) bin Qinan (Qainan) bin Anusy bin Shiyth (Syits) bin Adam A.S.1 Nama asli Nabi Idris AS adalah Khanukh atau Akhnukh. Dia adalah putra dari Qabil dan Iqlima (putra dan putri Nabi Adam as).4 Nabi Idris as menjadi keturunan pertama yang diutus menjadi "Nabi" setelah Adam.Dalam agama Yahudi dan Nasrani, Idris dikenal dengan nama Henokh. Beliau ini merupakan nabi yang pandai dalam segala bidang, beliau juga rajin mempelajari berbagai mushaf peninggalan Nabi Adam. Selain itu, Nabi Idris juga diberi ilmu untuk membuat beragam alat yang bermanfaat untuk menunjang kehidupan manusia. Allah memberikan gelar kepada Nabi Idris “Asadul Usud ” yang memiliki makna singa. Singa menggambarkan sifat Beliau yang selalu teguh dan tidak putus asa dalam melaksanakan tugas – tugasnya. Beliau pun tentunya memiliki keberanian untuk menghadapi orang – orang kafir pada zamannya. Saat itu, Allah memerintahkan Nabi Idris untuk mengajak seluruh manusia agar berjalan pada kebenaran. Saat itu dia adalah manusia pertama yang menerima wahyu lewat Malaikat Jibril ketika dirinya berusia 82 tahun. Sebagai seorang nabi, dia memiliki mukjizat atau kelebihan, yaitu: 1. Manusia pertama yang pandai baca tulis dengan pena. 2. Nabi Idris diberi macam-macam pengetahuan mulai dari merawat kuda, ilmu perbintangan (falaq), hingga ilmu berhitung yang sekarang dikenal dengan matematika. 3. Nama Idris berasal dari kata Darasa yang artinya belajar. Nabi Idris pun kenal sangat senang belajar, dan tekun mengkaji fenomena alam semesta. 4. Nabi Idris adalah orang pertama yang pandai memotong dan menjahit pakaiannya. Orang-orang sebelumnya konon hanya mengenakan kulit binatang sebagai penutup aurat. Hal ini terbukti dengan sebuah hadist yang menyebutkan bahwa: “Dawud adalah seorang pembuat perisai, Adam adalah seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Idris sebagai penjahit, dan Musa adalah penggembala.” Hadits ini merupakan Hadits Ibnu Abbas dari Al-Hakim. • NABI IDRIS DAN RAJA YANG KEJAM Nabi Idris bermukim di sebuah negara yang di dalamnya terdapat seorang raja yang kejam. Raja tersebut menganggap dirinya sebagai Tuhan sehingga semua rakyatnya diminta untuk patuh terhadap perintahnya dan menyembahnya. Kehadiran Beliau memiliki tugas untuk menyebarkan ajaran tauhid yang mengesakan Allah seperti yang terdapat pada surat Al Ikhlas yang artinya adalah: “Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” Karena kekejaman raja dan sikapnya yang sewenang – wenang akhirnya Nabi Idris diutus oleh Allah SWT untuk menemui sang raja dan menyampaikan ajaran dari Allah. Namun, Beliau malah diusir dan diancam akan dibunuh jika Ia tidak segera pergi. Usai Ia pergi, istri raja pun meminta izin raja untuk mengirim algojo dan membunuhnya. Raja pun menyetujui rencana istrinya. Ia dan pengikutnya bersembunyi di gua. Nabi Idris selalu berdoa kepada Allah untuk tidak menurunkan hujan, lalu beliau menyarankan pengikutnya pergi ke negara tetangga karena di negeri itu mengalami kekeringan yang amat dahsyat. CERITA BERSAMBUNG DI BAWAH INI Allah pun mengabulkan doa Nabi Idris As, Allah menghancurkan negeri tersebut sehingga menjadi negeri dengan yang miskin. Lalu rakyat di negeri tersebut berniat mencari Nabi Idris agar beliau mau memaafkan dan bersedia membantu berdoa agar di negeri tersebut hujan.+ • Kisah Nabi Idris A.S Menikam Mata Iblis Sepanjang hidupnya, Nabi Idris as terkenal sangat takwa dan saleh. Hal ini tentu saja membuat setan dan iblis menjadi iri hati. Dikisahkan pada suatu hari Nabi Idris as sedang menjahit baju sambil duduk, sekonyong-konyong tanpa jelas arah datangnya, muncul seorang pria di depan pintu rumahnya dengan memegang telur di genggaman tangannya. Pria itu adalah Iblis yang sedang menyamar untuk menggoda Nabi Idris A.S. Pria itu pun berkata : “Ya Nabiyullah, sanggupkah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini? ". Nabi Idris as dengan kepandaiannya sekilas sudah dapat mengetahui bahwa lelaki yang datang itu dan sedang berada di hadapannya adalah iblis laknatullah yang sedang menyamar. Nabi Idris as berkata, “Kemarilah, dekatlah denganku dan tanyalah yang engkau ingin tanyakan.” Iblis menduga bahwa ia telah mampu menyamar dengan baik dan menipu Nabi Idris A.s. Kemudian iblispun mendekati Nabi Idris A.s dengan perasan senang karena menyangka penyamarannya tidak diketahui oleh Nabi Idris A.S. Iblis berkata,“Bisakah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?” tanya iblis. Nabi Idris A.S pun menjawab dengan penuh keyakinan, “Jangankan memasukkan dunia ke dalam telur sebesar ini, memasukkannya ke dalam lubang jarumku ini pun Tuhanku berkuasa melakukannya”, jawab Nabi Idris AS. Dengan secepat kilat Nabi Idris as langsung menusukkan jarumnya ke mata iblis tersebut dan mengenai matanya. Iblis pun seketika menjerit kesakitan dan sangat terkejut. Tidak menyangka bahwa Nabi Idris a.s ternyata mengetahui penyamaran dan tipu dayanya. Mata iblispun menjadi buta dan seketika langsung lari tunggang langgang hingga menghilang dari pandangan Nabi Idris A.S. • Nabi Pertama Yang Melihat Surga dan Neraka Suatu hari ketika Nabi Idris dan Malaikat Izroil beribadah bersama, kemudian Nabi Idris mengajukan permintaan unik. "Bisakah Engkau membawa Saya melihat surga dan neraka, wahai Malaikat Izroil?" Tanya Nabi Idris AS. Malaikat Izroil pun menjawab : "Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaan darimu sungguh aneh. Mengapa Engkau meminta hal itu? Bahkan para malaikat pun takut melihat neraka, wahai Nabi Allah." Nabi Idris menjawab : "Terus terang, Saya takut sekali dengan azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan iman Saya menjadi tebal setelah melihatnya." Kemudian Malaikat Izroil meminta izin kepada Allah dan mendapatkan restu. Keduanya pun pergi untuk melihat neraka. Saat hampir dekat, Nabi Idris as langsung pingsan. Malaikat penjaga neraka merupakan sosok yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris as tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang sangat mengerikan itu. Tidak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibandingkan dengan neraka. Api berkobar dahsyat, bunyi yang bermuruh menakutkan dan hal-hal yang mengerikan lainnya. Nabi idris meninggalkan neraka dengan tubuh yang lemas. Tujuan kedua, Malaikat Izroil mengantarkan Nabi Idris ke surga. Di sana, reaksi Nabi Idris pun sama, nyaris pingsan! Tapi bukan karena takut, melainkan takjub dengan pesona dan keindahan semua yang ada di surga. Dilihatnya sunga-sungai yang airnya begitu bening seperi kaca. Sementara itu di pingir sungai terdapat pohon-pohon yang bagian batangnya terbuat dari peak dan emas. Lalu ada juga istana-istana untuk para penghuni surga. Di setiap penjuru ada pohon yang menghasilkan buah-buahan, buahnya pun begit segar, ranum dan harum. CERITA BERSAMBUNG DI BAWAH INI Setelah puas berkeliling, Malaikat Izroil mengajak Nabi Idris as pulang ke bumi. Namun Nabi Idris enggan pulang dan ingin tetap berada di surga.+ "Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah dihisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang beriman lainnya," ujar Malaikat Izroil. Kemudian Nabi Idris AS menjawab, "saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti". Suatu ketika, Malaikat maut Izroil yang sudah bersahabat lama dengan Nabi Idris meminta izin kepada Allah untuk turun ke bumi untuk bertamu Nabi Idris. Dia merasa sangat rindu untuk bertemu dengan Nabi Idris. Dan Allah mengizinkan. Malam itu, Nabi Idris kedatangan seorang pria yang membawa banyak sekali buah-buahan. Tentu saja dia adalah Malaikat Izroil yang menyamar. Nabi Idris tidak mengetahuinya. Nabi Idris menawarkan makanan itu kepada Izroil namun ditolaknya. Akhirnya mereka berbincang-bincang dan keluar berjalan-jalan melihat pemandangan sekitar. Tak terasa sudah empat hari mereka bersama. Karena sudah akrab, Nabi Idris mulai curiga dengan gerak gerik Sang Tamu. Dengan rasa penasaran yang tinggi akhirnya Nabi Idris pun bertanya. Nabi Idris: "Ya Tuanku. Siapa sebenarnya Anda?". Malaikat Izroil: "Maaf Ya Nabi Allah, Saya sebenarnya adalah Izroil". Nabi Idris: "Malaikat Izroil? Kau kah itu? Sang Pencabut Nyawa?". Malaikat Izroil: "Benar, ya Idris". Nabi Idris: "Sudah empat hari Engkau bersama denganku. apakah Engkau juga menunaikan tugasmu dalam mencabut nyawa makhluk-makhluk di dunia ini? " Malaikat Izroil: "Wahai Idris, selama empat hari ini banyak sekali nyawa yang telah saya cabut. Roh makhluk-makhluk itu bagaikan hidangan di hadapanku, aku ambil mereka bagaikan seseorang sedang menyuap-nyuap makanan". Nabi Idris: "Wahai Malaikat Izroil. Lantas apa maksud kedatangan Engaku kemari? Adakah Engaku ingin mencabut nyawaku?" Malaikat Izroil: "Tidak Idris. Saya datang memang utuk mengunjungimu, karena Saya rindu dan Allah mengizinkan Saya". Nabi Idris: "Wahai Izroil. Saya punya satu permintaan dan tolong kabulkan. Tolong cabut nyawa Saya. Dan minta izin ke Allah untuk mengembalikan nyawa Saya. Saya hanya ingin merasakan sakaratul maut yang banyak orang katakan sangat dahsyat". Malaikat Izroil: "Sesungguhnya Saya tidaklah mencabut nyawa seseorang pun, melainkan hanya dengan izin Allah". Kemudian Allah mengabulkan permintaan Sang Nabi. Dan Malaikat Izroil pun mencabut nyawa Nabi Idris saat itu juga. Malaikat Izroil menangis melihat sahabatnya merasakan kesakitan. Setelah mati, Allah menghidupkan kembali Idris. Setelah hidup Nabi Idris menangis sejadi-jadinya. Dia tidak bisa membayangkan jika manusia-manusia lain mengalami sakaratul maut dengan kedahsyatan yang sama. Nabi Idris tidak tega jika ada umatnya harus sengsara di ujung hidup dan mati. Sejak saat itu, Nabi Idris makin giat mengajak umatnya untuk senantiasa berbuat kebaikan dan jujur untuk hal-hal kebenaran. • Nasehat dari Nabi Idris AS Nabi Idris memiliki banyak sekali ajaran yang diturunkan kepada umatnya. Tentu saja untuk dilakukan agar hidup lebih baik. Ada beberapa pesan yang disampaikan oleh Nabi Idris as semasa hidupnya kepada para umat. Pesan atau nasehat itu antara lain: 1. Salat jenazah lebih sebagai penghormatan, karena pemberi syafaat hanya Tuhan sesuai ukuran amal kebajikan. 2. Besarnya rasa syukur yang diucapkan, tetap tidak akan mampu mengalahkan besarnya nikmat Tuhan yang diberikan. 3. Sambutlah seruan Tuhan secara ikhlas, untuk shalat, puasa, maupun menaati semua perintah-Nya. 4. Hindari hasad alias dengki kepada sasama yang mendapat rezeki, karena hakikat jumlahnya tidak seberapa. 5. Menumpuk numpuk harta tidak ada manfaat bagi dirinya. Keenam, kehidupan handaknya diisi hikmah kebijakan. Kisah Nabi Idris A.S diceritakan dalam Al-Qur’an pada surah Maryam ayat 56 dan 57. Artinya:”Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris didalam Kitab (Al-Qur’an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan Kami mengangkatnya ke martabat yang paling tinggi.” (Q.S. Maryam : 56-57)+ - Selesai -
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD