35 🦋

1604 Words

Furqon diam tak punya balasan. Awalnya ia memang berpikir Haura yang membalas surat dan cintanya. Kini setelah renungan sepekan terakhir atas perceraian Anin dan Hadid menjadi jelas yang masih Furqon inginkan tetap hanya Haura, bukan Anindya. Meski Haura tak tahu apa-apa tentang perasaannya, Furqon masih dengan rasa yang sama kepada gadis itu. "Kamu apa kabar, Nin?" Ingin Anin mencolok mata Furqon. Laki-laki yang salah tempat menunjukkan perhatiannya. "Gak liat aku baik-baik aja?!" Furqon menelaah Anin. Ada kemarahan dalam matanya, tetapi yang Furqon rasa hanya prihatin dan iba. Tak seperti ketika malam itu Haura membuatnya terpesona dengan kemarahan menyala. "Kamu gak keliatan terlalu baik, Nin. Hadid yang baik-baik aja." Anin diam setelah nama Hadid muncul. Mantan suaminya memang tam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD