22. Pertandingan 1.3

1285 Words

Ting Ronde ketiga dimulai. Agil naik ke atas matras memasang ekspresi datar, berbanding terbalik dengan Randra yang masih memasang arus dongkol. Kret Kret Agil merenggangkan otot-ototnyan, sedangkan Randra meremas-merah kepalannya. "Ran! Kalau tendangnya pelan-pelan aja yah? Terus kalau mau pukul itu bilang-bilang dulu supaya kak Agil bisa siap, lalu kalau--hmp!" ocehan ngaur dari Moti terhenti ketika kakak sepupunya menutup bibir gadis itu. "Aduh Momok, jangan ngaur deh, mana ada dipertandingan kalau mau tendang itu harus pelan-pelan? Ini juga, masa mau pukul harus bilang-bilang sih?" Cika mengomeli adik sepupunya. "Pfftt," anggota Shadow Rain maupun Storm Rider menahan tawa mereka. "Jangan kaget dengan sifat adikku itu, sudah biasa bagiku," gumam Agil. Ekspresi dongkol Randra b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD